POJOKSULSEL, MAKASSAR - Aktivis antikorupsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Djusman AR mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) di Pilgub Sulsel 2024. Alasan Djusman AR jelas bahwa tetap sejalan dengan agenda pemberantasan korupsi di Sulsel.

Djusman AR menilai, hanya pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau dengan akronim DIA yang berani memasukkan pemberantasan korupsi yang dituangkan dalam visi misinya.

Aktivis antikorupsi Djusman AR menuturkan, jika pada prinsipnya memilih atau menentukan pilihan adalah salah satu perwujudan hak di negara demokrasi seperti Indonesia. Memilih dan-dipilih adalah hak seluruh warga negara sehingga tidak ada larangan bagi siapapun untuk menyatakan dan menentukan pilihannya. Termasuk menentukan di Pilkada atau Pilgub di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: DPPKB Kota Parepare Gelar Audit Kasus, Strategi Ciptakan Generasi Bebas Stunting

“Yang mesti-dipahami bersama adalah bahwa kami sebagai aktivis antikorupsi dalam memilih paslon tidaklah sama dengan cara kerja politisi. Kami memilih paslon bukan sekadar melihat figur tetapi seperti apa kandungan visi misi programnya dalam hal penerapan good governance and clean goverment atau pemerintahan bersih dan bebas KKN,” kata Djusman AR.

Diketahui, kiprah Djusman AR dalam misi pemberantasan korupsi sudah tidak dipertanyakan lagi. Beberapa waktu lalu, Djusman AR mendapat penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Sulsel dan CNN Awards 2024, yang-digelar CNN Indonesia.

Djusman AR mengakui, sebagai pegiat antikorupsi, dia punya keluwesan agar juga tetap bisa berinteraksi dengan paslon guna mendorong dan mendukung visi misi paslon agar menjadikan tema pemerintahan yang bersih masuk dalam program paslon.

Baca Juga: Kelurahan Manggala Juara 1 Lomba Kelurahan Tahun 2024. Berikut Sederet Inovasinya

“Kami berinteraksi ke paslon juga mengemban amanah dan tanggung jawab untuk mendorong visi misi pemerintahan bersih dan bebas KKN yang-dituangkan dalam bentuk visi misi yang-diserahkan ke KPU. Ini sifatnya berbeda dengan hanya fakta integritas,” jelas Djusman AR.

Hal tersebut, kata Djusman AR, sesuai instrument negara. Yakni, UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.

Djusman AR menambahkan, alasan mendukung paslon Danny – Azhar (DIA) di Pilgub Sulsel 2024 juga komunikasi yang terbangun sejauh ini khususnya kepada Danny Pomanto. Dalam hal komitmen pemberantasan korupsi dan tracking di kalangan aktivis anti korupsi, kata dia, Danny Pomanto punya komitmen anti korupsi.

Baca Juga: 7 Anggota Polres Polman Dapat Sanksi Pemecatan alias PTDH Buntut Tahanan Tewas

“Ini juga terlihat di DIA bukan hanya saat sekarang, tetapi sejak Danny menjabat Wali Kota dua periode di kota Makassar,” beber Djusman AR.

Sementara untuk pasangan yang lain, kata Djusman AR bisa-dilihat track record. Dan komitmennya terhadap penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN.

“Antara Pak Danny dan Sudirman kita bisa melihat penerapan penegakan anti korupsi dan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Kita bisa membandingkan itu,” ujar Djusman AR.

Lebih lanjut, Djusman AR, menyampaikan bahwa visi misi penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN. Menjadi inisiatif paslon sendiri yang-dituangkan dalam visi misi.

“Paslon tersebut (DIA) punya niat untuk menuangkan itu. Jadi ini semata-mata bukan karena figuritas, atau politik praktis. Tetapi bagian dari program kami yang tidak hanya mengenal penindakan tapi juga pencegahan. Dengan mendorong pemerintahan yang bersih bebas KKN masuk dalam visi misi kandidat,” beber Djusman AR.

Baca Juga: Selamat! Labinov Beken Pemkot Makassar Masuk 5 Top Pelayanan Publik di Indonesia

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi ini pun mengajak kepada seluruh jaringan lembaganya di 24 Kab/Kota untuk satukan tekad memperjuangkan atau mengawal program pemerintahan bersih dan bebas KKN.

“Ini merupakan gerakan kita bersama,” tegas Djusman AR.

Nantinya, jika paslon DIA benar-benar terpilih, Djusman AR menegaskan pihaknya tentu akan konsisten mengawal program tersebut. Dan, memastikan program itu tidak sebatas visi misi di atas kertas.

“Kami tegas bukan hanya mengawal tapi bilamana dalam masa jabatannya nanti, terdapat indikasi atau-ditemukan praktek korupsi. Tentu kami akan paling terdepan menegur mendorong ke ranah hukum,” kata Djusman AR.

“Soal komitmen anti korupsi kami tidak pandang bulu. Kolega hingga keluarga saya saja pernah saya lapor dan berujung hotel prodeo,” tambah Djusman AR.

Baca Juga: Unhas Hadirkan Rektor UiTM Pahang Malaysia Jadi Pembicara Kuliah Umum di Fakultas Kehutanan

Selain itu, lanjut Djusman AR, Danny Pomanto dia kenal bukan orang tertutup, tetapi terbuka dalam menerima saran dan kritik.

“Ini tentu bisa kita lihat dan wajar jika Danny mendapat penghargaan dari Kejaksan Tinggi sebagai role model Kepala Daerah. Begitu pula penghargaan keterbukaan informasi publik dari media Kompas TV saat menjabat Wali Kota Makassar,” tutup Djusman AR.

Meski mendukung Danny Pomanto. Namun, Djusman AR mengaku sampai saat ini, tidak terikat atau teraviliasi dengan partai politik mana pun. (***)