POJOKSULSEL, MAKASSAR - Masa kampanye Pilgub Sulsel 2024 berakhir hari ini. Ada beberapa catatan menarik dalam dua bulan pelaksanaan masa kampanye. Dimana komunitas adat di Sulsel melabuhkan pilihan menjadi pertanyaan.

Pilgub Sulsel 2024 kali ini hanya diikuti dua pasangan calon (paslon). Pertama, pasangan nomor urut 1 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto-Azhar Arsyad dengan tagline DIA.

Kedua, paslon dengan nomor urut 2 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati). DIA dan Andalan Hati heat to head di kontestasi politik Sulsel tahun ini.

Baca Juga: Pemprov Sulsel dan Media Perkuat Sinergitas Melalui Media Gathering

Tema soal dimana komunitas adat Sulsel melabuhkan pilihan tergambar dalam pelaksnaan atau masa kampanye Pilgub Sulsel. Jika dilihat secara langsung, maka bisa disimpulkan komunitas dewan adat di Sulsel seolah terkoneksi ke pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau DIA di Pilgub Sulsel.

Hampir di setiap kunjungan kampanye di daerah, Danny Pomanto-Azhar Arsyad selalu diterima oleh dewan adat setempat. Seolah, komunitas dewat adat di Sulsel memiliki koneksi batin ke pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad, DIA di Pilgub Sulsel.

Berbeda dengan pasangan Andalan Hati yang jarang terlihat bersentuhan dengan komunitas dewan adat di Sulsel.

Baca Juga: Prihatin Kondisi DAS Jeneberang, Doktor Bahar Target Bikin 1000 Titik Biopori

Memasuki masa kampanye Pilgub Sulsel 2024 pada akhir Sempetmber lalu, Keturunan raja raja se Sulawesi yang tergabung dalam Majelis Keturunan To Manurung menggelar deklarasi di Wisma Kalla, Sabtu (28/9/204), mendukung pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad, DIA di Pilgub Sulsel.

Deklarasi dukungan pada DIA tentunya bukan tanpa alasan. Koneksi hubungan mereka baik batin maupun kepentingan pelestarian budaya lebih sinergi dengan pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau DIA dibandingkan dengan pasangan Andalan Hati.

"Amanah orang tua yang diwakili oleh para keturunan raja dari seluruh Sulsel bahkan dengan Sulbar tentunya ini adalah sebuah amanah yang harus saya kerjakan, karena itu menjadi komitmen saya bukan hanya kepada para raja tapi juga Allah SWT," kata Danny Pomanto saat menghadiri deklarasi Majelis Keturunan To Manurung Raja Raja se-Sulawesi.

Baca Juga: Indomobil Group Umumkan Kolaborasi PLN Icon Plus dalam Electricity Connect 2024

Koneksi Danny Pomanto-Azhar Arsyad, DIA Pilgub Sulsel terus berlanjut. Komunitas adat di Karaeng Marusu atau di wilayah Kabupaten Maros juga menerima Danny Pomanto-Azhar Arsyad secara terbuka. Tidak hanya sekali, bahkan beberapa kali, pasangan DIA Pilgub Sulsel diterima dengan prosesi adat lengkap di Istana Karaeng Marusu.

Terakhir, saat acara ritual adat Appalili di Balla Lompoa Kassi Kebo, Kabupaten Maros, Sabtu (16/11/2024) malam. Danny Pomanto dan Azhar Arsyad diundang khusus sebagai anak untuk hadir dalam ritual tersebut. Ritual Appalili merupakan ritual dimulainya masa tanam padi di wilayah bekas Kerajaan Marusu.

Saat pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad kampanye di Bone, juga keduanya diterima oleh komunitas adat di Bumi Arung Palakka. Danny Pomanto diberikan keris dan gelar Bugis Daeng Makkita. Selain itu, komunitas Bissu di Bone, secara khusus datang menemui Danny Pomanto di posko pemenangan DIA di Bone.

Komunitas Bissu di Bone menitip pesan pelestarian budaya di Bumi Arung Palakka kepada pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad. Jika DIA terpilih sebagai gubernur Sulsel komunitas Bissu dan penggiat budaya di Bone mengharapkan perhatian agar budaya Bone tetap dihargai dan dilestarikan.

Penerimaan lembaga adat terhadap pasangan DIA di Pilgub Sulsel terus berlanjut hingga Kadatuan Sawitto di Bumi Ajatappareng atau tepatnya di Pinrang. Kunjungan Danny Pomanto dan Azhar Arsyad di Bumi Lasinrang selalu diterima di istana Kedatuan Sawitto Pinrang.

Baca Juga: Melle: Jejak Ambisi, Kehormatan, dan Tanggung Jawab dalam Tradisi Bugis

Koneksi lembaga dan komunitas adat terus berlanjut dalam masa kampanye DIA di beberapa daerah di Sulsel. Termasuk di Tana Toraja. Ritual adat berlangsung hingga beberapa kali dan beberapa komunitas dalam kunjungan Danny Pomanto di Tana Toraja.

Tak hanya itu, di Tana Luwu, Danny Pomanto diterima langsung Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu di Istana Langkanae, Kedatuan Luwu, Minggu (3/11/2024). Ritual adat lengkap menyambut Danny Pomanto.

Bahkan, Danny Pomanto dianggap sebagai anak dan bagian keluarga besar KedatuanLuwu. Keluarga besar Tomakaka Rongkong juga demikian, seolah semua terkoneksi kepada pasangan DIA, Danny Pomanto-Azhar Arsyad di Pilgub Sulsel.

Di Ammatoa Kajang, Danny Pomanto juga diterima dengan ritual adat dan pemberian gelar adat Puto Lipung Daeng Mana’i. Gelar yang diberikan oleh Ketua Adat Ammatoa
memiliki arti Danny Pomanto disukai banyak orang. Nama dari Ammatoa Kajang tentunya juga sebagai harapan pada Pilgub Sulsel 2024.

Komunitas adat Gowa juga tak ketinggalan memberikan nama bagi Danny Pomanto. Warga Bajeng yang juga mewakili komunitas adat di Bajeng memberikan gelar Daeng Makkulle kepada Danny Pomanto.

Baca Juga: Lengkap Susunan Pengurus MUI Polman Masa Khidmat 2024-2029

Daeng Makkulle secara arti dan filosofis memiliki arti orang yang punya kemampuan. Gelar itu tentunya juga menjadi doa bagi Danny Pomanto menghadapi kontestasi Pilgub Sulsel.

"Baru kali ini dalam pelaksanaan pilgub di Sulsel, ada orang diterima semua dewan atau komunitas adat serta diberikan banyak gelar," kata Ketua Tim Pemenangan DIA Pilgub Sulsel Fauzy A Wawo, beberapa waktu lalu.

Koneksi jaringan komunitas dan dewan adat di Sulsel yang sebagian besar mengarah ke pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau DIA, tentunya berbanding terbalik dengan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi.

Padahal, Andi Sudirman Sulaiman mengklaim diri sebagai salah satu keturunan keluarga raja dari Bone dengan gelar Andi di depan namanya. Tapi kenapa justru komunitas adat di Sulsel mengarahkan dukungan ke Danny Pomanto-Azhar Arsyad atau DIA dalam penerimaan saat masa kampanye di daerah. Ini menjadi pertanyaan besar.

Satu satunya gelar yang diberikan pada pasangan Andalan Hati hanya pada Fatmawati Rusdi. Fatmawati Rusdi diberikan gelar Banne Rara dari komunitas adat di Kelurahan Nonongan Utara, Kecamatan Sopai, Toraja Utara.

Koneksi komunitas adat tentu tidak terjadi secara begitu saja, ada alasan masing masing yang melatarbelakanginya. Kenapa kemudian penerimaan berbeda kepada masing masing kandidat. Ada harapan, keinginan, dan tentunya semua hal untuk Pilgub Sulsel 2024 melahirkan pemimpin yang terbaik.(***)