POJOKSULSEL, LUWU TIMUR - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) identik dengan sebutan anak lorong dan anak desa. Itulah yang jadi harapan masyarakat Sulsel, ingin anak lorong dan anak desa jadi Gubernur Sulsel.

Harapan itu menggema saat Danny Pomanto tatap muka dengan Warga Villa Danau Matano, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), di Kediaman Mokole Nuha, Hasan Said, Selasa (5/11/2024).

Tokoh Masyarakat, Jufri Tosasalili, menyatakan, sosok Anak Lorong itu dikenal sangat sederhana, karena Danny Pomanto masyarakat biasa. Sebab tidak sama dengan Kandidat Andalan Hati Nomor urut 2.

Baca Juga: Suhartina Bohari Lepas 40 Atlet Kabupaten Maros untuk Berlaga di Popda Sulsel 2024

“Kita harus mengenali pemimpin Calon Gubernur Sulsel (Danny Pomanto). Lantaran kami sudah kecewa dengan Andi Sudirman yang mengganti nama Bandara Sorowako selama menjabat. Kita merasa terluka dengan arogansinya,” tegasnya di hadapan ratusan masyarakat.

Kedepannya, ia akan sampaikan kepada Keluarga, Tokoh Masyarakat, Tokoh perempuan dan Tokoh Pemuda untuk mencari pemimpin yang benar-benar terbukti berpihak ke masyarakat.

“Kami tegaskan akan memilih Nomor 1. Itu harga mati kami untuk memajukan Luwu Timur. Saya kenal Danny Pomanto sejak tahun 2021. Dia tidak membedakan satu sama lain. Tak ada kata lagi, kita harus memenangkan Paslon DIA (Danny-Azhar) jadi Gubernur Sulsel,” sambungnya.

Baca Juga: Alumni Pesantren Se-Sulselbar Antusias Sambut AFT, 12 Klub Futsal Sudah Daftar

Sementara itu, Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto berharap, masyarakat Sorowako, Kec Nuha, Kabupaten Luwu Timur tetap mencari pemimpin yang cerdas dan terbukti kinerjanya.

“Kita satukan pilihan. Insya Allah (jika) saya jadi Gubernur, bandara tidak akan diganti namanya. Itu milik para pejuang nasional, bukan milik keluarga. Semua aman. Tabe saya tidak singgung orang lain. Kalau perlu nama budaya kita angkat (jadi nama Bandara),” beber Danny Pomanto.

Selain itu, Danny Pomanto juga mengeluarkan jurus jitu, bagaimana menolak politik uang ke masyarakat. Karena itu dapat merusak pikiran masyarakat.

Baca Juga: Pesantren: Laboratorium Nasionalisme Islam

“Kita kedepan dapat tantangan politik sembako. Kita tidak akan memilih juragan sembako atau amplop,” kata Danny Pomanto.

Menurut Danny Pomanto, warga harus memilih pemimpin masa depan untuk 5 tahun kedepan dan yang bertanggung jawab dengan rakyat.

“Marilah kita coblos Nomor 1, Danny” Pomanto – Azhar Arsyad di TPS pada surat suara Pilgub Sulsel. Semua tambah baik. Terimakasih atas perhatian kita semua. Siapa kita, DIA…DIA, Luwu Timur. Tarung Sampai Menang!” teriaknya. (***)