POJOKSULSEL, SOROWAKO - Hati yang terluka sungguh perih. Itulah yang dirasakan warga Sorowako, Luwu Timur (Lutim). Warga Sorowako kecewa nama bandara kebanggaan mereka diganti oleh Andi Sudirman Sulaiman menggunakan sebagian akronim namanya.
Salah satu tokoh masyarakat Sorowako Jufri Tosalili mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan pergantian nama bandara Sorowako dengan Andalan Datuk Patimang.
“Itu sangat melukai hati masyarakat Sorowako, jadi kami meminta ke Pak Danny (Danny Pomanto) jika terpilih (Gubernur Sulsel) agar jangan sampai hal seperti itu terjadi,” katanya.
Baca Juga: Pilkada Sebagai Sarana Memperkuat Identitas Lokal: Menggali Potensi dan Merawat Kearifan
Dia juga menitipkan harapan ke Danny Pomanto agar lebih menjaga tradisi dan budaya di Sulse, dan mementingkan rakyat.
“Kami tidak ingin pemimpin yang lebih mementingkan segelintir saja, tapi ke seluruh masyarakat,” paparnya.
Sakit hati yang mendalam itu disampaikan kepada Danny Pomanto saat Calon Gubernur Sulsel Nomor urut 1 itu melakukan silaturahmi dengan masyarakat, di Kecamatan Nuha, Sorowako, Lutim, Selasa (5/11/2024).
Baca Juga: PNUP dan Kemendikbudristek Prancis Bahas 4 Poin Peluang Kerjasama Bidang Pendidikan Vokasi
Diketahui, Danny Pomanto maju bertarung di Pilgub Sulsel bersama Calon Wakil Gubernur Azhar Arsyad mengunakan tagline DIA. Dalam rangkaian kampanyenya di Luwu Raya, Danny Pomanto disambut tokoh masyarakat Sorowako, yang sangat bersemangat menyambut Danny Pomanto hadir ditengah-tengah masyarakat.
Danny Pomanto mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat yang menyempatkan hadir bersilaturahmi dengan dirinya.
“Kalau saya Gubernur, nama bandara Sorowako bukan nama saya. Kita akan hidupkan tradisi. Karena fasilitas umum itu bukan milik keluarga, bukan nama pribadi kita,” jelas Danny Pomanto.(***)
