POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketegasan Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono yang menekankan seluruh jajarannya agar menjaga netralitas di Pilgub Sulsel dan Pilkada di Sulsel 2024 didukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Danny Pomanto-Azhar Arsyad.

Diketahui, pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad yang pada Pilgub Sulsel 2024 ini mendapat nomor urut 1 dan menggunakan tagline DIA. Dukungan pada ketegasan Yudhiawan Wibisono diharapkan pesta demokrasi di Sulsel berjalan dengan aman.

“Kami sangat mengapresiasi ketegasan Pak Kapolda Sulsel tentang netralitas Polri di momen pilkada. Kami mendukung sepenuhnya hal tersebut agar pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan lancar, aman, jujur dan adil,” kata Juru Bicara DIA Asri Tadda, Sabtu (5/10/2024).

Baca Juga: Terbesar di Indonesia, Manzone dan Minimal Kolaborasi Resmikan Toko dengan Konsep Baru di Kota Makassar

Olehnya itu, pihak DIA sudah menginstruksikan kepada seluruh pendukung agar tak segan-segan segera melaporkan jika menemukan ada oknum anggota polisi yang melakukan pelanggaran netralitas.

“Sebagaimana instruksi Pak Kapolda, segera laporkan jika menemukan ada oknum anggota Polri yang kedapatan melakukan pelanggaran netralitas di Pilkada. Saya kira ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Asri Tadda.

Hanya saja, kata Asri Tadda, pelaporan terhadap ulah oknum anggota Polri sebaiknya disertai dengan dokumentasi yang jelas dan menunjukan aktifitas pelanggaran yang dimaksudkan.

“Rakyat harus berani mendokumentasikan melalui foto dan video setiap gerak-gerik oknum aparat yang ditengarai melakukan pelanggaran netralitas terkait Pilkada. Ini instruksi Kapolda dan memang sangat penting sebagai bukti saat dilaporkan,” jelas Asri Tadda.

Baca Juga: WASpada! Nama Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis Dicatut. Modus Pinjam Uang

Asri Tadda mengatakan, saat ini, pihaknya juga tengah mempertimbangkan untuk memberi reward kepada siapapun yang berhasil mendokumentasikan dalam bentuk video, aktifitas oknum aparat yang melakukan pelanggaran netralitas di lapangan.

“Masih dipertimbangkan, belum diputuskan oleh tim. Tapi memang harus begitu supaya pilkada ke depan ini kita jaga bersama rakyat. Jangan sampai ada oknum karena kepentingan personal, malah mencoreng citra Polri yang berusaha dijaga oleh Pak Kapolda Sulsel dan semua pihak, di daerah ini,” pungkas Asri Tadda.

Diketahui, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengingatkan kepada seluruh bawahannya untuk bersikap netral selama kontestasi politik Pilkada 2024 berlangsung.

Baca Juga: Prof Hamdan Juhannis Bawa Tim ke Maladewa, Kementerian Urusan Islam Akan Kirim 20 Imam Dilatih di UIN Alauddin Makassar

Tidak main-main, Yudhiawan Wibisono bahkan meminta masyarakat untuk melaporkan anggota polisi yang diduga terlibat politik.

Posisi polisi sebagai pihak pengamanan dianggap punya tanggung jawab besar, dan ketika memihak atau dimanfaatkan oleh salah satu paslon maka potensi terjadinya konflik itu jelas besar.

“Kalau polisi tidak netral itu bahaya, karena kita mengamankan jalannya pelaksanaan pemilukada jadi harus netral. Kalau yang tidak netral nanti laporkan,” kata Yudhiawan Wibisono di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, beberapa waktu lalu.

Yudhiawan Wibisono lagi lagi menegaskan jika dirinya tidak akan mentolerir apabila ada anggota polisi yang dilaporkan terlibat politik.

Baca Juga: MDA Berkolaborasi BLK Kabupaten Luwu Tingkatkan Kapasitas Kerja Masyarakat

“Kemudian termasuk anggota kami yang ada di daerah, yang mengawal paslon dan lain sebagainya, jangan sampai melanggar tindak pidana pemilu, atau digunakan alat sehingga terjadi pelanggaran tindak pidana pemilu, pasti akan kami tindak,” tegas Yudhiawan Wibisono.(***)