POJOKSULSEL.com, BELOPA – Turnamen domino terbesar tahun ini, Open Tournament Domino Menpora Cup 2025, sukses digelar meriah di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel, Senin (14/7/2025). Ribuan orang memadati arena, menjadikan domino lebih dari sekadar kompetisi—ia menjelma sebagai ruang silaturahmi dan ekspresi budaya.

Tercatat 1.900 lebih tim mendaftar, namun hanya 1.536 tim dengan lebih dari 3.000 atlet yang berlaga, akibat keterbatasan tempat. Peserta datang dari 16 provinsi, seperti Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Tengah, termasuk kota-kota seperti Palopo, Tarakan, Bulukumba, hingga Polman.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, menyebut turnamen ini sebagai “Simbol Pengembangan Olahraga Berbasis Budaya.” Ia juga menegaskan dukungan pemerintah untuk menghapus stigma perjudian dalam permainan domino.

“Banyak atlet berharap kejuaraan ini berkembang ke tingkat nasional dan internasional. Ini juga bagian dari upaya menjadikan domino sebagai olahraga cerdas, bukan sekadar permainan yang distigma negatif,” kata Menpora Ario dalam keterangannya, Rabu (16/7/2025).

Ketua PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Higgs Games Island (HGI) yang konsisten mendorong domino sebagai olahraga cerdas yang memiliki akar budaya Indonesia.

Turnamen ini diselenggarakan PORDI, HGI, dan Pemkab Luwu, bertepatan dengan HUT ke-66 Kabupaten Luwu. Tak sekadar lomba, acara ini juga jadi festival rakyat. Di sekitar arena, aneka kuliner khas, suvenir, produk UMKM, hingga kopi dan durian lokal jadi daya tarik tersendiri. Banyak keluarga dari luar daerah datang tak hanya untuk menonton, tapi juga berwisata dan berkumpul.

Bupati Luwu, Patahuddin, menyebut ribuan pengunjung membanjiri Luwu selama turnamen. Ia juga menyoroti teknologi “Higgs Master” dari HGI dan sistem siaran langsung HGI Celebes Cup yang memperluas jangkauan turnamen.“Jumlah penonton siaran langsung menembus 200 ribu orang, dengan lebih dari 5 juta tayangan video di internet. Ini bukti domino kini punya basis penggemar kuat dan menjadi bagian dari budaya kita,” ujar Patahuddin.

Domino, lanjut Patahuddin, tak lagi sekadar permainan pos ronda. Kini, ia berkembang menjadi olahraga berbasis strategi, platform komunikasi sosial, sekaligus jembatan pemersatu masyarakat.

HGI sendiri berkomitmen menjadikan domino sebagai olahraga profesional berbasis teknologi. Melalui sistem Higgs Master, turnamen dikelola transparan—dari pendaftaran, pencatatan skor, hingga eliminasi—untuk memastikan kompetisi yang adil dan berkelanjutan.

“Dengan semangat baru dan dukungan teknologi, domino Indonesia siap memasuki era kehormatan dan prestasi,” tutupnya. (***)