POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Ketua Umum PSSI Erick Thohir berencana mencabut aturan larangan suporter away pada tahun 2024.

Seperti diketahui, untuk saat ini pada BRI Liga 1 2023/2024 PSSI dan PT LIB menerapkan regulasi melarang suporter away dan mendukung langsung tim mereka saat laga tandang.

Baca Juga: Hasil Pertandingan dan Klasemen BRI Liga 1 2023/2024 Pekan ke 14

Wacana mencabut regulasi larangan suporter away disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir ketika menghadiri Simposium Suporter Sepak Bola Nasional Indonesia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Minggu (1/10) sore WIB.

Adapun regulasi larangan supurter away diambil berdasarkan tuntutan FIFA yang meminta transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan.

Bertepatan 1 tahun kejadian Tragedi Kanjuruhan, PSSI menerima Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) yang memberikan rekomendasi Kebangkitan Suporter Indonesia.

Baca Juga: PT LIB Ubah Jadwal Tanding PSM Makassar Pekan 13 dan 14 BRI Liga 1 2023/2024

Dalam acara tersebut Erick juga menjelaskan soal status larangan suporter away untuk datang ke stadion saat pertandingan BRI Liga 1.

"Tadi saya janjikan kalau ini (simposium) berjalan dengan baik saya akan mengusulkan ke FIFA," kata Erick Thohir, dilansir bolanusantara.com.

Erick Thohir mengatakan, jika semua suporter bis disiplin maka pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan FIFA dan berencana mencabut regulasi itu.

Baca Juga: PSM Makassar Kalah Lagi, Bernardo Tavares: Saya Capek dan Lelah

"Saya janjikan kalau ini bagus, semuanya disiplin. Maka saya akan bicara langsung ke FIFA tahun depan ini (regulasi larangan suporter away) dicabut," tegasnya.

Sekadar informasi, regulasi larangan suporter away dianggap tidak berjalan lancar mengingat ada banyak kasus suporter tandang tetap datang ke kandang lawan.

Baca Juga: Masa Depan Pluim di PSM Makassar Tidak Jelas, Persib Hingga Persija Dikabarkan Sudah Memantau

Klub juga merasa dirugikan karena sulit mengontrol suporter yang ingin menyaksikan laga tandang tim kesayangan.

Imbasnya klub harus membayar denda Rp 20 juta jika diketahui ada suporternya yang datang ke laga tandang. ***