POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kementerian Perhubungan Republik Indonesia membahas integrasi transportasi perkotaan ramah lingkungan di Tiongkok.
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik dan Multimoda Robby Kurniawan mengatakan, Kemenhub sedang melaksanakan proyek mass transit Indonesia (Mastran)
Proyek Mastran disampaikan Robby Kurniawan saat bertemu pihak Institut Pengembangan Teknik Kota Shanghai dan Komisi Transportasi Kota Shanghai.
"Mastran yang diusulkan akan menjadi fase pertama dari program bantuan nasional ini," kata Robby Kurniawan.
Baca Juga: Pro Kontra Lokasi PSEL, DPRD Makassar Minta Diselesaikan Dengan Bijak
Proyek Mastran, kata Robby Kurniawan, akan membantu merumuskan desain program, menciptakan rangkaian proyek untuk program tersebut, membangun kapasitas institusi.
Begitu juga dengan mengimplementasikan beberapa sistem mass transit berdasarkan praktek terbaik.
"Ini menunjukkan bahwa Mastran dapat ditingkatkan skala dan membuat kota-kota Indonesia lebih layak huni," kata Robby Kurniawan.
Robby Kurniawan menjelaskan, program Mastran menjadi salah satu prioritas Kementerian Perhubungan, untuk mendorong dan meningkatkan transportasi massal.
Baca Juga: Diterpa Masalah Jelang Playoff, Bagaimana Kans PSM Makassar Lolos ke Fase Grup AFC Cup 2023?
Program Mastran juga dapat mengatasi permasalahan kemacetan, isu lingkungan, serta kerugian nonmaterial lainnya yang diakibatkan kemacetan.
Kemenhub bersama World Bank dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Sumatera Utara terkait pengembangan sistem transportasi massal.
"Berupa BRT yang terintegrasi dan berorientasi pada Smart, Green and Sustainabale Transportation," jelas Robby Kurniawan.
Robby Kurniawan mengatakan, selain dilakukan perencanaan yang komprehensif dan integratif, tentunya juga diperlukan transfer of knowledge, capacity building, dan management assitance dalam konstruksi hingga tahapan pengoperasiannya.
Baca Juga: Bupati Indah Buka Lomba Asah Terampil Kelompok Tani Lutra
Proyek ini terdiri dari dua bagian; yakni pengembangan institusi dan kegiatan pembangunan kapasitas untuk membantu Kemenhub dan pemerintah daerah dalam meluncurkan IMTP.
Kemudian investasi dalam sistem mass transit demonstrasi di Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung (BBMA) dan Mebidang.
Proyek Mastran mengundang 14 mitra dari Pemerintah Pusat, di antaranya, Kemenhub, Kemenko Marves, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Hal itu untuk melakukan pengembangan kapasitas di bidang ekosistem bus listrik dengan mempelajari operasi dan manajemen sistem Bus Rapid Transit (BRT).
Baca Juga: Jaga Sumber Daya Air, Bupati Indah Hadiri Rapat Koordinasi
Selain itu, untuk memperoleh pengetahuan tentang opsi pengadaan rangkaian gerbong, umur pakai baterai, infrastruktur pengisian melalui diskusi dengan operator bus dan kunjungan ke produsen bus.
"Adapun Tiongkok telah mencapai kesuksesan signifikan dalam industri bus listrik dan beberapa implementasi BRT yang sangat efektif di berbagai kota," terang Robby Kurniawan.
Tujuan dari perjalanan ini juga untuk mengumpulkan informasi dan wawasan tentang harga bus, opsi pembelian, umur pakai baterai, dan infrastruktur pengisian.
Tiongkok dikenal dengan industri manufaktur bus yang canggih dan merupakan rumah bagi beberapa produsen bus terkemuka.
Baca Juga: WASPADA Investasi Bodong, Sultan Rakib: Jangan Biarkan Jempol Mengalahkan Pikiran Kita
"Meninjau Depo Bus BRT, bertemu dengan produsen BUS EV; Higer, SunWin, Yu Tong, dab BYD," kata Robby Kurniawan.
Manstran tengah dikembangkan berbasis jalan di Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung (BBMA) dan Mebidang (Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang). ***




