POJOKSULSEL, KUBU RAYA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tokoh-tokoh nasional yang patriotik di kabinetnya, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Prabowo menilai sinergi antarlembaga, khususnya Kementan, TNI, dan Polri, menjadi kunci dalam upaya besar menuju swasembada pangan.

Hal itu Presiden Prabowo sampaikan saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025).

“Saya bersyukur, saya bersyukur, saya merasa beruntung pada saat saya dipilih rakyat, saya kedapatan tokoh-tokoh patriotik yang ada di sekitar saya,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Iduladha 1446 H, Grab Salurkan Ratusan Kambing Kurban untuk Mitra Pengemudi di 30 Kota

Presiden Prabowo menyebutkan, tanda-tanda keberhasilan menuju swasembada pangan sudah mulai tampak. Salah satunya melalui peningkatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Kita sedang menuju kedaulatan pangan. Kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kita tidak takut bangsa manapun, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme,” tegasnya.

Tak hanya beras, Prabowo juga menyinggung potensi ekspor jagung tahun depan.

Baca Juga: Dominasi Penyakit Jantung, 170 Jemaah Haji Reguler RI Wafat di Tanah Suci, Ini Rinciannya

Ia menyebut telah mendapatkan komitmen kuat dari Menteri Pertanian dan Kapolri agar Indonesia tidak lagi mengimpor jagung mulai 2026.

“Saya diberi jaminan oleh dua tokoh Indonesia (Mentan dan Kapolri) yang hebat untuk menjamin tahun 2026 Indonesia tidak impor lagi” tegasnya.

Menurut Prabowo, swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, tapi merupakan kunci utama ketahanan dan kedaulatan bangsa.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Hadiri Jamuan Eksklusif di Istana Mina, Ini Momen Lengkapnya

“Tak ada bangsa yang benar-benar merdeka kalau tidak bisa produksi pangannya sendiri. Karena itu, perjuangan saya di dunia politik selalu soal pangan. Tiap provinsi, tiap pulau, harus bisa swasembada,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Presiden terhadap sektor pertanian. Ia menegaskan produksi beras dan jagung akan terus menjadi prioritas utama Kementan.

“Insya Allah, beras dan jagung akan jadi fokus utama kami ke depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional Januari–Juli 2025 diperkirakan mencapai 21,76 juta ton. Jumlah itu naik 2,83 juta ton atau 14,49 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen juga diprediksi meningkat menjadi 9,45 juta ton. Naik 0,98 juta ton atau 11,08 persen dibandingkan Januari–Juli 2024 yang hanya 8,51 juta ton. ***