POJOKSULSEL, PEKANBARU - Konferensi internasional komunikasi yang dilaksanakan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom), berlangsung di Pekanbaru, Riau, Rabu (30/8/2023).
Konferensi internasional komunikasi mengusung tema “Komunikasi Dasar Untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Era Digital 5.0”.
Beberapa pakar ilmu komunikasi dari berbagai negara tampil sebagai pembicara kunci pada konferensi internasional komunikasi. Di antaranya adalah Prof. Dr. Normah Mustaffa dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Baca Juga: Ketika Prof Hamdan Juhannis Anjurkan Warek 3 UIN Alauddin Rajin-Rajin Ngopi, Kok Bisa?
Selain konferensi internasional komunikasi, Aspikom juga mengadakan rapat koordinasi nasional.
Rapat koordinasi itu akan membahas tentang masukan dan rekomendasi dalam rangka pengembangan ilmu komunikasi di perguruan tinggi.
Begitu juga dengan merumuskan peran komunikasi yang lebih besar dan berdaya guna dalam pembangunan pada era digital 5.0.
Baca Juga: Kemenag Darurat Penghulu, Sekarang Cuma 9.054, Pernikahan 1,7 Juta Pertahun, Belum Perceraian
Terdapat sekitar 100 oang pemakalah yang tampil mempresentasikan hasil penelitian dalam bidang komunikasi.
Para presenter ini adalah dosen dan pakar ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Di antaranya adalah dua orang dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr H. Usman Jasad dan Haidir Fitra Siagian, Ph.D.
Baca Juga: Profil Muh Abdi Goncing, Akademisi UIN Alauddin Jadi Anggota KPU Makassar
Keduanya telah mempresentasikan makalah yang merupakan hasil penelitian berjudul "Indonesian Younger Generation's Acceptance on Digital Da'wah" atau penerimaan generasi muda dalam mengikuti dakwah agama Islam yang dibawakan oleh para penceramah melalui media digital.
Usman Jasad, dalam presentasinya menjelaskan tentang semakin meningkatnya minat generasi muda mengikuti dakwah dalam media digital.
Selain karena mudah dan murah, dakwah tersebut juga dapat menjadi alternatif bagi generasi mudah dalam menambah wawasan keagamaan.
Baca Juga: Selamat! Muh Abdi Goncing Dilantik Jadi Anggota KPU Makassar
Usman Jasad menjelaskan, selain memberikan apresiasi terhadap penceramah yang berdakwah melalui media digital, generasi muda juga memberikan kritikan terhadap materi dakwah digital.
Agar para penceramah lebih memperkaya dalil materi yang dibawakan. Serta menghindari sikap yang cenderung tidak menghargai kebudayaan masyarakat setempat dan yang merasa benar sendiri tanpa mempedulikan kasih sayang dan saling menghormati. ***




