POJOKSULSEL, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik lima pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pesantren atau Ditjen Pesantren Kementerian Agama, Selasa (29/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Jakarta itu menjadi bagian dari penataan sekaligus penguatan struktur organisasi Ditjen Pesantren, yang merupakan satuan kerja baru setingkat eselon I di Kementerian Agama.
Lima pejabat Ditjen Pesantren yang dilantik Menag Nasaruddin Umar terdiri dari empat direktur dan sekretaris.
Dalam arahannya, Menag Nasaruddin meminta para pejabat yang baru dilantik segera bekerja merumuskan arah pengembangan pesantren secara lebih jelas dan terukur.
Menurut Nasaruddin, keberadaan Ditjen Pesantren tidak cukup hanya ditandai dengan terbentuknya struktur kelembagaan. Pembentukan institusi baru tersebut harus diikuti dengan perumusan identitas, arah pengembangan, serta roadmap pesantren ke depan.
Baca Juga: Penasihat Menteri Kelautan dan Wali Kota Parepare Kunjungi Kampung Nelayan Cempae
Pekerjaan tersebut dinilai penting karena menyangkut masa depan puluhan ribu pesantren dan santri di Indonesia.
“Betul-betul perhatikan masa depan para santri kita di 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Menag menekankan, setiap kebijakan yang dirumuskan Ditjen Pesantren harus mempertimbangkan kebutuhan lembaga pesantren, santri, sekaligus kontribusi lulusan pesantren bagi masyarakat.
Ia juga meminta pengembangan pesantren diawali dengan pemahaman yang jelas mengenai karakter dan kekhasan pesantren.
Menurutnya, Ditjen Pesantren perlu merumuskan pesantren dari aspek ontologi, epistemologi, metodologi, hingga aksiologi. Dengan begitu, pengembangan pesantren memiliki arah yang jelas tanpa kehilangan identitas dan kekhasannya.
Tak Cukup Ukur Input dan Output
Nasaruddin juga mengingatkan agar perencanaan pendidikan pesantren tidak berhenti pada pengukuran input dan output.
Menurut dia, yang tidak kalah penting adalah melihat outcome dan impact pendidikan pesantren bagi santri, lembaga, masyarakat, hingga bangsa.
“Kita harus tahu input-nya seperti apa, output-nya seperti apa, outcome-nya seperti apa, dan impact-nya seperti apa,” terang Menag.
Hal tersebut, lanjutnya, perlu menjadi bagian dari roadmap pengembangan pesantren yang sedang disusun.
Roadmap itu diharapkan mampu menjawab siapa yang menjadi sasaran pendidikan pesantren, kompetensi dan karakter seperti apa yang hendak dihasilkan, serta ke mana para lulusan pesantren akan berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Menag juga meminta distingsi pesantren dirumuskan secara jelas. Pesantren harus memiliki identitas dan karakter yang dapat dibedakan dari pendidikan Islam pada umumnya.
Perumusan tersebut mencakup aspek ontologi, epistemologi, metodologi, dan aksiologi pesantren, termasuk pemetaan stakeholder yang akan terlibat serta memanfaatkan lulusan pesantren.
Pelantikan lima pejabat eselon II tersebut sekaligus menandai pengisian sejumlah posisi strategis di lingkungan Ditjen Pesantren.
Masing-masing pejabat akan memiliki tanggung jawab dalam penguatan tata kelola, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan pesantren.
Nasaruddin berharap penataan kelembagaan Ditjen Pesantren berjalan beriringan dengan penguatan regulasi dan perumusan arah pengembangan pesantren.
Ia mengibaratkan Ditjen Pesantren sebagai rumah baru yang masih membutuhkan berbagai perangkat agar dapat berfungsi secara optimal.
Meski berstatus sebagai lembaga baru dengan sumber daya yang masih terbatas, Menag berharap Ditjen Pesantren mampu menghadirkan karakter dan daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Jejak Prof Usman: 6 Tahun Jadi Honorer, Kini Dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Alauddin Makassar
“Biasanya rumah baru itu lebih cantik daripada rumah lama, dan itu kami berharap seperti itu. Walaupun pendatang baru, walaupun anggarannya mungkin juga sangat terbatas, tetapi akan menampilkan sosok yang mempunyai daya tarik tersendiri,” harapnya.
Berikut lima pejabat yang dilantik:
1. Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A. sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama.
2. Dr. H. Mastuki, M.Ag. sebagai Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama.
3. Dr. Adib, M.Ag. sebagai Direktur Ma’had Aly Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama.
4. Dr. Mahrus, M.Ag. sebagai Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama.
5. Dr. Yusi Damayanti, S.E., Ak., M.M. sebagai Direktur Pemberdayaan Pesantren Kementerian Agama. ***




