POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Kamaruddin Amin, melaporkan update terbaru jumlah profesor di lingkungan Kemenag hingga Oktober 2025.
Kamaruddin Amin mengatakan, total profesor di lingkungan Kemenag kini mencapai 1.473 orang dengan persentase 19,2 persen dari kalangan perempuan,
Kamaruddin Amin merincikan bahwa dari jumlah tersebut terdiri dari 1.190 laki-laki atau 80,8 persen dan 283 perempuan atau 19,2 persen.
Kamaruddin menuturkan, komposisi tersebut diharapkan bisa mendorong semakin banyak dosen perempuan meraih gelar profesor di masa depan. Hal ini sejalan dengan semangat “kurikulum cinta” yang digagas Menteri Agama.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Resmikan Listrik Desa SuperSUN di Pulau Samalona
Ia pun berharap agar semakin banyak perempuan Kemenag yang menembus jabatan akademik tertinggi. "Ini bagian dari afirmasi sekaligus refleksi atas nilai-nilai kasih, kesetaraan, dan cinta dalam dunia pendidikan," katanya.
Diketahui, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kembali menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Jabatan Akademik Profesor kepada 96 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Kamis (23/10/2025).
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi atas capaian akademik luar biasa para dosen yang berhasil meraih jabatan tertinggi di dunia pendidikan tinggi tersebut.
"Kita baru saja melantik 96 profesor baru di lingkungan Kementerian Agama. Profesor adalah jabatan akademik tertinggi yang tidak mungkin diraih dalam waktu singkat. Ini buah dari komitmen, ketekunan, dan dedikasi panjang dalam bidang keilmuan," ujar Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Belajar dari Mudrikan Nacong, Pemuda Desa Lonjoboko dan Belabori Asah Kreativitas Digital
Ia menyebut, kehadiran profesor-profesor muda di lingkungan PTKIN menjadi tanda positif percepatan pengembangan ilmu pengetahuan di kampus keagamaan.
"Rata-rata usia profesor kita relatif muda. Ini pertanda baik bahwa ada akselerasi dalam riset dan pengembangan ilmu di perguruan tinggi keagamaan," ungkapnya.
Meski demikian, Menag menegaskan bahwa gelar profesor bukan akhir dari perjalanan keilmuan. Ia mengingatkan pentingnya terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Profesor bukan berarti segalanya selesai. Kalau tidak terus meng-upgrade diri, bisa tertinggal oleh mahasiswa yang kini cepat menguasai teknologi informasi," tegasnya.
Baca Juga: Maher Zain Siap Nikmati Roti Maros dan Kuliner Khas Makassar Saat Konser Bulan November
Selain berperan sebagai ilmuwan, kata Nasaruddin, dosen di lingkungan Kemenag juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus menjadi teladan bagi masyarakat.
"ASN, terlebih seorang profesor, harus menjadi role model. Jadikan keilmuan bukan hanya untuk pengajaran, tetapi juga untuk pengabdian kepada bangsa," pesannya. ***




