POJOKSULSEL, JAKARTA - Grab Indonesia menggelar acara tahunan Grab Business Forum 2025 dengan tema "Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth" di Hotel Fairmont, Jakarta.

Grab Business Forum 2025 yang memasuki tahun keenam ini dihadiri hampir 1.400 peserta dari lebih dari 800 perusahaan.

Pada Grab Business Forum 2025, Grab menekankan pentingnya peran teknologi dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis.

Roy Nugroho, Director of Grab For Business, menyampaikan bahwa Grab menyediakan platform andal seperti Grab For Business dan berbagai solusi B2B untuk menyederhanakan operasional usaha secara menyeluruh.

Baca Juga: Sabu Disembunyikan dalam Deodoran, Polisi Gagalkan Modus Baru Penyalahgunaan Narkoba di Mamuju

Sementara itu, Melinda Savitri, Country Marketing Head Grab Indonesia, menyoroti potensi pemanfaatan ekosistem Grab untuk meningkatkan visibilitas brand dan produk melalui kampanye kreatif yang terintegrasi dengan OVO.

Platform seperti GrabAds memungkinkan brand menjangkau jutaan pengguna dan Mitra Grab secara efektif melalui berbagai titik interaksi (touchpoint).

Menambahkan dari sisi teknologi, Pradeep Varadaraja, Head of Product Geo Grab, menjelaskan peran GrabMaps yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam membantu navigasi bisnis.

Salah satu fitur unggulannya adalah auto-validation, yang memungkinkan sistem mendeteksi dan memverifikasi rute perjalanan secara otomatis dan real time, meningkatkan akurasi serta efisiensi dalam mobilitas bisnis.

Baca Juga: Kenalkan Tiga Dosen IAIN Parepare Raih Doktor di UIN Alauddin Makassar Lintas Disiplin Keilmuan

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, menekankan pentingnya keberanian bereksperimen dan kecermatan dalam menyusun strategi baru di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Menurutnya, navigasi bisnis masa kini bukan lagi soal menunggu kepastian, melainkan tentang kemampuan untuk cepat bertransformasi melalui pemanfaatan data dan teknologi.

Grab Business Forum dihadirkan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk membangun strategi yang gesit (agile) dan menciptakan ekosistem bisnis yang tangguh serta berkelanjutan.

Menambahkan hal tersebut, Roy Nugroho, Director of Grab For Business, menyampaikan bahwa keberanian dalam berinovasi perlu ditopang oleh platform yang andal.

Grab menyediakan berbagai solusi B2B seperti Grab For Business, GrabAds, dan GrabMaps yang dirancang untuk mendukung efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional perusahaan.

Layanan ini mencakup pengelolaan mobilitas, logistik, pengiriman makanan dan kebutuhan harian, serta pengendalian biaya yang dilengkapi dengan insight berbasis data.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno dan Mantan Menkeu Chatib Basri, mengawali Grab Business Forum 2025 dengan pemaparan khusus.

Pada kesempatan itu, Riyatno menekankan peran investasi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang mencapai 29,15 persen pada tahun lalu.

Baca Juga: Selamat! Perbakin Sulsel Punya Ketua Baru, Irjen Rusdi Hartono Siap Angkat Prestasi

Di tengah tantangan global, sektor ekonomi digital dan data center menjadi prioritas besar dalam menarik investasi.

Ia memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 130 miliar tahun ini, atau 44 persen dari total ekonomi digital di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Sementara itu, Chatib Basri menyampaikan bahwa ketidakpastian dalam perekonomian global tak dapat dihindari. Ia mengibaratkan ketahanan ekonomi dengan pembalap MotoGP Marc Marquez, yang meskipun jatuh berkali-kali, mampu bangkit.

Baca Juga: Deng Ical Bantu Mobil Operasional Kepada LDII Sulsel, Asdar: Ini Sebab Hubungan Pertemanan Baik

Menurutnya, ketahanan bisnis dibentuk dari kemampuan beradaptasi, bukan dari usaha menghindari risiko.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keterpaparan yang lebih rendah terhadap tekanan eksternal dibandingkan negara lain, dengan ketergantungan terhadap pasar AS hanya sekitar 2,5 persen dari PDB.

Hal ini memberi ruang yang lebih stabil bagi Indonesia untuk bertahan dan terus tumbuh di tengah ketidakpastian global.

Chatib menekankan bahwa meski Indonesia tidak sempurna, justru dalam situasi global yang goyah, Indonesia menjadi lebih menarik dibandingkan alternatif lainnya.

Baca Juga: Sirnas B Sulsel 2025: Atlet Bulutangkis PB Djarum Sabet Banyak Gelar, Ini Daftar Lengkap Para Juara

Dalam sesi diskusi panel Grab Business Forum 2025, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, serta Director Network and Retail Funding PT BNI Rian Kaslan berbagi strategi dan pengalaman perusahaan dalam menghadapi percepatan perubahan di era digital. Diskusi berlangsung di tengah latar kondisi ekonomi global yang menantang.

Berdasarkan laporan World Economic Outlook 2025 dari IMF, pertumbuhan ekonomi global tahun ini diproyeksikan melambat menjadi 2,8 persen, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%, akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan tensi geopolitik global.

Meskipun terdampak, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif kuat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2025 mencapai 4,87 persen, mencerminkan kondisi ekonomi domestik yang tetap tumbuh positif di tengah tekanan global.

***