POJOKSULSEL, JAKARTA - Transformasi Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN Kendari), di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dibahas.
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto didampingi Rektor IAIN Kendari Husain Insawan menemui Sekjen Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani beberapa waktu lalu.
Kedatangan Pj Gubernur Sultra bersama Rektor IAIN Kendari menghadap Sekjen Kemenag Ali Ramdhani, untuk mulai membahas transformasi PTKIN yang berkedudukan di Sulawesi Tenggara itu.
Baca Juga: Tok... KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon di Pilkada Parepare 2024, Pengundian Nomor Urut Dilakukan Besok
Ali Ramdhani pun mengapresiasi inisiatif Pj Gubernur Sultra untuk mulai membicarakan transformasi IAIN Kendari.
"Ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah daerah dalam mengupayakan kemajuan pendidikan," ujar Ali Ramdani melansir laman Kemenag RI.
Ia menjelaskan bahwa dalam percepatan proses alih status IAIN Kendari, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat realisasi.
Baca Juga: Danny Pomanto Sebut Masjid Jadi Perekat Sosial, Singgung Program Jagai Anakta'
Sekjen juga menambahkan bahwa langkah ini tak hanya sekadar memenuhi permintaan dari civitas akademika, tetapi juga menjadi bagian dari warisan penting kepemimpinan daerah.
"Ini akan tercatat dalam sejarah sebagai inisiatif dari Pak Gubernur, dan kami berupaya agar proses ini berjalan secepat mungkin, meskipun ada beberapa tahapan yang harus dilalui, termasuk harmonisasi regulasi di Kementerian PANRB," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ali Ramdhani menegaskan, inisiasi ini akan didukung penuh oleh Kemenag dan berharap semua pihak terus bersinergi.
Baca Juga: Irjen Yudhiawan Wibisono Bukan Orang Baru di Makassar, Pernah Pegang 2 Jabatan di Polda Sulsel
"Harmonisasi di tingkat pusat dan daerah sangat penting untuk mempercepat semua proses," tambahnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto berterima kasih atas respons positif Sekjen Kemenag.
Andap Budhi Revianto menegaskan pentingnya transformasi IAIN Kendari demi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
"Pendidikan adalah hak konstitusional yang harus dipenuhi, dan kami di daerah terus berupaya meskipun anggaran terbatas," ungkapnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bahwa kedua belah pihak akan bekerja sama secara intensif demi mewujudkan transformasi IAIN Kendari dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara.
***




