POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia, Kota Makassar, Selasa (4/8/2026).

Dalam peninjauan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut, Zulhas didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Keduanya melihat langsung berbagai fasilitas yang tengah dibangun, mulai dari infrastruktur kawasan, jembatan shelter pendaratan ikan hingga dermaga yang menjadi akses utama aktivitas nelayan.

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan Kampung Nelayan Merah Putih Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, anggota DPR RI Azhabul Kahfi, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Zulhas menegaskan dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden untuk mengawal keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih yang ditargetkan menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat nelayan.

Baca Juga: Ini Daftar 8 Pejabat Baru Polda Sulbar Usai Sertijab Bulan Juli, Dua PJU Resmi Dilantik

"Saya ditugasi Bapak Presiden. Saya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan harus mengamankan agar program ini sukses," kata Zulhas.

Menurut Zulhas, KNMP dirancang sebagai kawasan yang mampu meningkatkan produktivitas nelayan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari bengkel nelayan, kantor pengelola, kios perbekalan hingga infrastruktur penunjang aktivitas melaut.

Saat meninjau dermaga, Zulhas juga menyoroti panjang jembatan yang dinilai masih perlu ditambah agar memudahkan kapal bersandar ketika air laut surut.

"Docking kapal di sini masih jauh. Kalau lagi surut aksesnya juga jauh. Kayaknya perlu dipanjangkan lagi sekitar 20 meter," ujarnya.

Baca Juga: Tasming Hamid Resmi Lepas Kontingen Pramuka Parepare ke Jambore Nasional, Ini Pesan Khususnya

Zulhas menjelaskan, keberadaan KNMP nantinya akan terhubung dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada September mendatang.

Melalui skema tersebut, koperasi akan berperan membeli hasil tangkapan nelayan ketika harga ikan anjlok sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak.

Pemerintah berharap sinergi kedua program itu mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan pada periode 2026–2027.

"Nelayan itu paling tidak makmur, masih berada di desil satu. Karena itu pemerintah harus hadir memperbaiki kesejahteraan mereka," kata Zulhas.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Kelurahan Untia.

Ia menjelaskan pembangunan utama kawasan tersebut dibiayai melalui APBN oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara Pemkot Makassar akan melengkapi berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan daerah.

"Ini program luar biasa dari Bapak Presiden melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan dukungan nyata kepada para nelayan agar memiliki kehidupan yang jauh lebih baik," ujarnya.

Munafri menilai berbagai fasilitas yang tersedia nantinya akan memangkas biaya operasional nelayan, mulai dari penyediaan pabrik es, cold storage hingga fasilitas pendukung lainnya yang selama ini harus dipenuhi secara mandiri.

Baca Juga: Prof. Muammar Bakry Sebut Makassar Butuh 4.000 Ustaz dan Ustazah, MUI Sulsel Dorong Pendataan Dai

"Ada biaya yang selama ini dikeluarkan nelayan nantinya bisa ditekan karena sudah tersedia fasilitas seperti pabrik es dan cold storage," jelasnya.

Ia memastikan Pemkot Makassar akan terus mendukung pengembangan kawasan tersebut setelah pembangunan selesai sesuai kebutuhan masyarakat dan kewenangan pemerintah daerah.

Pada kesempatan itu, Zulhas bersama Munafri juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada para nelayan sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. ***