POJOKSULSEL, MAKASSAR - Yayasan Daerah untuk Negeri (DUN) menggandeng BEM Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan pembicara lintas generasi dengan prestasi luar biasa di acara Skills untuk Negeri: Karier Kedokteran Gigi dan Workshop CV.

Bagi para mahasiswa, mengenali minat bakat dan mempersiapkan karier setelah lulus merupakan suatu tantangan tersendiri. Padahal, sebagai seorang lulusan kedokteran gigi semua dapat memiliki banyak peluang karier, baik profesi klinik, non klinik, hingga wirausaha. Yuk simak bagaimana keseruan acara ini!

Dalam diskusi pada Sabtu, 15 Juli 2023, hadir tiga perempuan hebat sebagai narasumber, yaitu Vika Novia Zamri, drg., Sp.Ort. (Dokter Gigi Spesialis Ortodonti), Kalia Labitta Yudhasoka, drg., Sp. BM. (Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial), dan Einstein Veliyanka (Mahasiswa Berprestasi Utama FKG Universitas Indonesia 2022), dan dipandu oleh M. Imran Taufiq (BEM FKG Uunhas) sebagai moderator.

Baca juga Daftar Pemenang Pilmapres 2023 Kategori Honorable Mention, Diploma, dan Sarjana

Sebagai dokter gigi spesialis ortodonti, drg. Vika bekerja sebagai ortodontis di berbagai rumah sakit, seperti RS Jakarta, RSU Yarsi, dan RS Brawijaya Saharjo. drg. Vika ini juga mengurus klinik gigi miliknya, My Dental House.

"Dari awal lulus sudah memiliki keinginan memiliki klinik, tapi tentunya proses tersebut tidak langsung. Dimulai dari mengumpulkan pengalaman dengan bekerja di tempat lain supaya mengetahui bagaimana sistem manajemennya," kata Vika

Nah untuk persiapannya yang pasti butuh modal, kalau untuk kepengurusan dan persyaratan tidak terlalu sulit,” ujar Vika yang telah memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman sebagai dokter gigi.

Pengalaman lain sebagai dokter gigi juga disampaikan oleh drg. Kalia yang akrab disapa dengan Lala. Sejak kecil, drg. Lala sudah memiliki cita-cita sebagai dokter kandungan.

Baca juga Tradisi Beli Perabot Rumah Tangga di Bulan Muharram, Ini Pandangan Sekum MUI Sulsel Prof Muammar Bakry

Oleh karena itu, setelah menyelesaikan studi S1 di FKG Universitas Padjadjaran, drg. Lala mengambil spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang fokusnya sama, yaitu pembedahan.

Selain itu, Lala juga aktif menjalani program fellowship diluar negeri. Sebelumnya ia menjalani program di Rotterdam, Belanda, dan saat ini sedang menjalankan program lainnya di Shanghai, China.

"Ketika melakukan program fellowship banyak yang dipelajari, bukan hanya dari kasus-kasusnya tapi juga bagaimana menangani pasien dan peduli terhadap pasien."

Baca juga Pendapatan Daerah Sulsel Masuk Daftar 19 Provinsi di Indonesia yang Zona Hijau

Ia bercerita bahwa di tempat fellowship, tidak hanya memiliki teknologi canggih, tetapi mereka sadar dan mengetahui setiap detail pasien yang datang dengan baik.

"Banyak jalan dan beasiswa diluar sana kalau kamu mau lanjut program spesialis dan fellowship, jadi jangan takut dan susun rencana kedepannya mulai dari sekarang," tutur Lala.

Tidak ketinggalan juga, ada narasumber yang masih duduk di bangku kuliah, Einsteine Veliyanka. Ia memiliki beragam pengalaman pertukaran pelajar, mulai dari program IISMA (Skotlandia), Student Exchange di Tohoku University (Jepang), Top Inclusive Ambassador di Asian Universities Alliance Youth Forum 2023, sampai menjadi penulis buku Objectives.

Menurut Einsteine, selama di FKG, ia bertekad untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ia fokus untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan yang prioritas dan bermanfaat, menyusun jadwal yang jelas, dan disiplin dengan rencana yang sudah tentukan.

Baca juga Catat Sejarah, Rektor UMI Prof Basri Modding Jadi Ketua Artipena Sulsel Periode 2023-2026

Ia juga menjelaskan bahwa proses ia mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar tidak mudah. "Dari tiga program exchange yang aku berhasil dapatkan, aku sebenernya daftar ke 15 program exchange berbeda."

Ia berpesan untuk fokus terhadap proses dan fokus untuk terus mencoba dan memperbaiki.

Tidak hanya diskusi karier, sesi diakhiri dengan workshop CV untuk membantu mahasiwa membuat CV yang baik dan profesional. Semua rangkaian program diselenggarakan secara gratis diadakan oleh Yayasan Daerah Untuk Negeri demi memberikan inspirasi dan wadah berkembang bagi anak negeri.

Daerah untuk Negeri juga memiliki program lainnya seperti mentoring dan beasiswa agar anak muda Indonesia bisa mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas.

(***)