POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membantah keras isu yang menyebut pemerintah akan menutup warung-warung kecil di desa.

Menurut Yandri Susanto, informasi yang ramai beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks yang sengaja dipelintir, bahkan disebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Penegasan itu disampaikan Yandri Susanto saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Ini Daftar 8 Pejabat Baru Polda Sulbar Usai Sertijab Bulan Juli, Dua PJU Resmi Dilantik

"Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan dengan hati yang damai dan kepala yang dingin. Insyaallah semua persoalan bisa kita atasi dan kita carikan solusi yang terbaik," kata Yandri.

Ia mengaku belakangan dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjadi sasaran penyebaran informasi yang menyesatkan di media sosial.

"Maka kami sampaikan juga di forum ini, narasi di media sosial banyak sekali, Bapak-Ibu. Terutama saya dengan Pak Menko Pangan yang sekarang lagi dibelok-belokkan informasinya," ujarnya.

Baca Juga: Tasming Hamid Resmi Lepas Kontingen Pramuka Parepare ke Jambore Nasional, Ini Pesan Khususnya

Yandri menegaskan kabar yang menyebut dirinya dan Menko Pangan ingin menutup warung-warung di desa sama sekali tidak benar.

"Di media sosial sekarang, forum ini saya jadikan juga untuk menyampaikan, walaupun ini sudah kami klarifikasi. Banyak beredar di media sosial katanya Pak Menko Pangan dan Pak Mendes ingin menutup warung-warung di desa. Itu hoaks, itu berita bohong. Mereka membuat itu memakai AI," tegasnya.

Ia mengatakan klarifikasi resmi juga telah disampaikan melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan agar masyarakat tidak lagi mempercayai informasi tersebut.

Baca Juga: Gas Melon Tak Lagi Langka, Pemkot Parepare Ancam Tindak Penjual LPG 3 Kg di Atas HET

"Di Kementerian Koordinator Pangan kami sudah melakukan klarifikasi. Jadi ini tidak benar, Bapak-Ibu," katanya.

Lebih lanjut, Yandri memastikan pemerintah justru berpihak kepada pelaku usaha kecil dan UMKM di desa.

"Pak Menko Pangan ini adalah pejuang rakyat kecil, pejuang UMKM. Tidak mungkin menutup warung-warung kecil yang ada di desa," ucapnya.

Tak hanya itu, Yandri juga membantah isu lain yang menyebut akan ada aturan larangan berdirinya warung kelontong dalam radius dua kilometer.

"Ada juga katanya radius dua kilometer tidak boleh ada warung kelontong. Itu juga bohong dan hoaks," tegasnya.

Baca Juga: Dua Kampus Islam Negeri di Sulawesi Resmi Jadi UIN, Ini Daftarnya

Karena itu, Yandri meminta seluruh kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, serta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

"Jadi mohon para kepala desa, BPD, perangkat desa, semuanya yang ada di ruangan ini maupun yang mengikuti melalui live streaming, kita luruskan persoalan ini, bahwa apa yang disampaikan di media sosial itu adalah bohong dan tidak mendasar," pungkasnya. ***