POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, memuji komitmen Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mendukung kepemimpinan hijau (green leadership).
Hal itu disampaikan Bima Arya Sugiarto, di sela acara Green Leadership Forum II di Four Points by Sheraton Makassar, Selasa (29/7/2025).
Bima Arya Sugiarto menilai, Sulsel berkomitmen pada green leadership. Itu dapat dilihat pada perencanaan penganggaran dari program-program mitigasi perubahan iklim dan mendorong kepemimpinan hijau
"Sulsel ini adalah provinsi yang bisa dikatakan terbaik," ujar Mantan Wali Kota Solo itu.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Unhas Desa Kalosi Ajak Siswa SD Belajar Literasi Keuangan, Usung Program Ini
Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya terkait pembangunan hijau dan rendah karbon dalam Green Leadership Forum II.
Green Leadership Forum usung tema "Mendorong Integrasi Pembangunan Hijau dalam Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Kepemimpinan Hijau di Sulawesi Selatan.
Kepala daerah se- Sulsel, akademisi, NGO hingga pegiat lingkungan hadir dalam kegiatan itu.
Hadir juga Country Representative The Asia Foundation Indonesia (TAF) Hana A. Satriyo dan Direktur Eksekutif PATTIRO Fitria Muslih.
Baca Juga: Profil Nataniel, Mahasiswa Unsulbar Berhasil Taklukkan Beasiswa Pertamina Gas Negara
Bima Arya Sugiarto menambahkan, sinergi lintas sektor seperti antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan.
Bima Arya melihat upaya Pemprov Sulsel, Pemkab, Pemkot, berkolaborasi dalam kerangka pentahelix dengan kampus, NGO, The Asia Foundation, PINUS dan Pattiro.
"Ini contoh baik, ini best practice lah menurut saya di Indonesia," imbuhnya.
Sekda Sulsel Jufri Rahman mengatakan, forum ini adalah bukti konkret dari kolaborasi lintas pihak yang konsisten sejak suksesnya Green Leadership Forum pertama pada 2022.
"Forum ini adalah bukti nyata dari keberlanjutan komitmen kita bersama, setelah kesuksesan Green Leadership Forum pertama pada tahun 2022 yang berhasil mendorong lahirnya kebijakan inovatif Transfer Anggaran berbasis Ekologi (TAKE) dan Alokasi Anggaran Kelurahan berbasis Ekologi (ALAKE)," ujar Jufri.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Sulsel telah menempatkan isu perubahan iklim sebagai prioritas pembangunan jangka panjang dan menengah.
"Provinsi Sulawesi Selatan telah menempatkan isu lingkungan perubahan iklim sebagai agenda prioritas pembangunan daerah. Komitmen ini secara eksplisit termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang dan jangka menengah Sulsel," terangnya.
Jufri menyebutkan bahwa prinsip pembangunan hijau dan rendah karbon sudah menjadi bagian integral dari Rancangan Akhir RPJMD Sulsel 2025–2029.
Dalam misinya, Sulsel menargetkan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim sebagai kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Ia berharap Green Leadership Forum II menjadi momentum sinergi pemerintah pusat, daerah, NGO, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil dalam mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.
"Dengan dukungan para pihak dan sinergi satu dengan lainnya, kami optimis pencapaian pembangunan menuju Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter dapat terwujud," pungkasnya.
Sebagai bagian dari forum ini, diluncurkan kebijakan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) untuk Kabupaten Sinjai, Jeneponto, dan Bulukumba.
Baca Juga: Selamat! Pelajar Kota Makassar Sabet Juara dalam Ajang KIFF 2025 di Thailand
Selain itu, Bupati Maros menyerahkan SK Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial kepada pemerintah pusat dan provinsi.
Forum ini juga memberikan penghargaan kepada 7 kabupaten dan 1 kota yang telah memiliki kebijakan Environmental Fiscal Transfer (EFT) dan pengembangan perhutanan sosial berbasis kawasan terpadu. ***




