POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tak main-main soal komitmen pemerataan kesejahteraan. Fokusnya kini tertuju pada tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di wilayah kepulauan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan (guru) yang mengabdikan diri tanpa lelah di wilayah kepulauan Makassar," kata Munafri Arifuddin dikutip rilis Humas Pemkot Makassar.

Pria yang akrab disapa Appi ini mengungkapkan telah meninjau langsung tujuh pulau. Tiga di antaranya masuk kategori pulau dekat, sisanya merupakan pulau terluar dan paling sulit dijangkau. 

Baca Juga: 103 Desa dan Kelurahan di Maros Kini Punya Koperasi Merah Putih, Ini Komposisi Pengurusnya

Melihat langsung kondisi di lapangan, Pemkot Makassar pun bergerak cepat. Selain memperbaiki infrastruktur seperti dermaga dan transportasi laut, Pemkot juga menggulirkan kebijakan tunjangan khusus.

Bagi guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau terluar seperti Langkai, Lanjukkang, Lumu-Lumu, dan Bone Tambu, bakal digelontorkan tunjangan tambahan sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Sementara itu, petugas yang mengabdi di Kodingareng, Barrang Caddi, dan Barrang Lompo akan menerima Rp1,5 juta per bulan.

Baca Juga: 14 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci, Mayoritas dari Sulsel

“Kita juga akan menyediakan transportasi khusus untuk mereka, agar dalam proses bolak-balik tidak mengeluarkan biaya sendiri,” kata Appi.

Appi berharap, dengan dukungan ini para guru dan tenaga kesehatan bisa menjalankan tugasnya dengan lebih nyaman dan termotivasi.

“Kami berharap para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan bisa menjalankan tugas dengan lebih nyaman, aman, dan termotivasi,” tandasnya. ***