POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jumlah profesor di Universitas Muslim Indonesia (UMI) kini mencapai 114 orang. Pencapaian itu menjadikan UMI sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak di Indonesia.

Capaian sebagai kampus swasta pemegang rekor profesor terbanyak disampaikan Ketua Dewan Profesor UMI, Prof. H. Mansyur Ramly, dalam rangkaian pengukuhan tiga guru besar di Auditorium Al Jibra Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Selasa (23/12/2025).

"Profesor UMI yang sudah berjumlah 114. UMI adalah perguruan tinggi swasta di Indonesia yang terbanyak profesornya," ujar Prof Mansyur Ramly dikutip akun Youtube UMI Makassar.

Namun demikian, Prof Mansyur Ramly menegaskan bahwa capaian kuantitas harus diiringi dengan kualitas dan arah keilmuan yang jelas.

Baca Juga: Pelunasan BIPIH Sulsel Capai 83,62 Persen, Ikbal Ismail Jelaskan Skema Tahap Lanjutan untuk Jemaah Haji

Ia mengajak seluruh profesor dan dosen UMI untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Kita ini universitas yang berbasis nilai-nilai Islam. Karena itu, saya mengajak para profesor UMI mengembangkan teknologi yang berbasis epistemologi Islam,” tegasnya.

Prof Mansyur merujuk pada Alquran Surah Ali Imran ayat 90–91 sebagai pijakan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan di UMI. Ayat tersebut, menurutnya, menekankan karakter ulul albab, yakni insan akademik yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kesadaran spiritual.

“Ulul albab adalah orang-orang yang senantiasa berpikir tentang keagungan Allah melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai inilah yang harus dipegang oleh para profesor UMI,” jelasnya.

Baca Juga: Kinerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar 2025: PNBP Melonjak Hingga Layanan Eazy Passport

Ia juga mengingatkan agar pengembangan teknologi tidak terjebak pada kesombongan intelektual. Prof Mansyur menyinggung fenomena sebagian kalangan teknologi global yang menempatkan capaian teknologi seolah melampaui kehendak Tuhan.

Menurut Prof Mansyur, tujuan utama pengembangan ilmu dan teknologi di UMI adalah untuk kemaslahatan dan kemakmuran bumi, sejalan dengan amanah manusia sebagai pemakmur bumi.

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan kampus. Ia menilai pengukuhan profesor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga momentum perenungan tanggung jawab moral.

Baca Juga: Selamat! UIN Datokarama Palu Tambah Deretan PTKIN Unggul di Sulawesi, Prof Hamdan Juhannis Bangga!

“Pengukuhan guru besar adalah hari yang agung bagi UMI, sekaligus hari perenungan. Gelar profesor bukan hanya pengakuan keilmuan, tetapi peneguhan amanah,” kata Prof Hambali Thalib.

Ia menambahkan bahwa proses meraih gelar profesor membutuhkan perjuangan panjang, sehingga manfaat keilmuan yang dihasilkan juga harus berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Prosesnya panjang, perjalanannya panjang, maka harapan kita manfaatnya juga harus paling panjang,” ujarnya.

Menurut Prof Hamdali, UMI kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampus yang menghadirkan profesor bukan hanya kuat dalam teori, tetapi juga mampu menjawab realitas sosial.

“Profesor UMI bukan hanya cakap berbicara teori, tetapi hadir untuk memberi solusi atas persoalan nyata,” tegasnya.

Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap PMB PTKIN 2026, Catat Tanggal SPAN dan UM PTKIN

Diketahui, pengukuhan guru besar tahun ini merupakan yang ke-111. UMI juga dijadwalkan kembali mengukuhkan tiga profesor tambahan pada Rabu (24/12/2025) besok, sehingga total profesor aktif mencapai 114 orang. ***