POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar tahapan seleksi jalur mandiri berbasis prestasi dengan menghadirkan sesi wawancara yang menyoroti aspek kepemimpinan, capaian non-akademik, hingga potensi pengembangan diri calon mahasiswa baru.
Dari data pelaksanaan, total terdapat 194 peserta yang mengikuti tahapan wawancara seleksi jalur mandiri Unhas dengan dukungan 81 dosen pewawancara.
Pada Jalur Ketua OSIS, pelaksanaan berlangsung di Aula LPMPP Kampus Unhas dengan rincian 62 peserta, terdiri atas 60 peserta program Strata Satu (S1) dan 2 peserta Sarjana Terapan (D4). Proses wawancara melibatkan 27 dosen pewawancara.
Sementara pada Jalur POSK, seleksi digelar di Dental Center Rumah Sakit Universitas Hasanuddin RS Universitas Hasanuddin dengan total 132 peserta, terdiri atas 129 peserta S1 dan 3 peserta D4. Sebanyak 54 dosen diterjunkan sebagai pewawancara pada jalur ini.
Baca Juga: 3 Pengawas Madrasah Sulsel Terima Penghargaan Nasional, Prestasi Ridwan dari Bulukumba Disorot
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/6/2026) ini menjadi bagian dari seleksi Jalur Mandiri Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan bagi Ketua OSIS serta Jalur Prestasi Olahraga, Seni, Keilmuan, dan Tahfidz (POSK). Seluruh proses dilaksanakan dalam satu hari di lokasi berbeda dengan melibatkan ratusan peserta.
Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhas, Nurul Ichsani, mengatakan wawancara menjadi instrumen penting untuk melihat dimensi calon mahasiswa yang tidak sepenuhnya tergambar dari capaian akademik.
“Kegiatan ini kami laksanakan dan selesaikan dalam satu hari dengan waktu yang sama namun di tempat berbeda. Melalui wawancara, kami ingin melihat lebih jauh kapasitas dan rekam jejak peserta sesuai karakter masing-masing jalur seleksi,” ujar Nurul.
Jalur Ketua OSIS sendiri diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang memiliki NISN dan NPSN, berasal dari sekolah berakreditasi A, serta pernah menjabat sebagai ketua OSIS selama satu periode. Selain itu, peserta wajib memiliki bukti prestasi akademik maupun non-akademik.
Baca Juga: Pegadaian Mengajar di FEB UMI, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan Digital
Adapun Jalur POSK membuka kesempatan bagi peserta dengan rekam jejak prestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan, hingga tahfidz.
Khusus kategori tahfidz yang diikuti 57 peserta, Unhas menerapkan seleksi berlapis, mulai dari uji hafalan Al-Qur’an oleh ustaz penguji hingga wawancara lanjutan oleh tim fakultas untuk menilai kesiapan akademik dan motivasi studi.
Pihak kampus menegaskan, proses seleksi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi berbasis talenta, dengan penilaian yang tidak hanya bertumpu pada nilai akademik, tetapi juga pengalaman, prestasi, dan kapasitas personal calon mahasiswa.




