POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih empat anugerah Diktisaintek 2024.

Anugerah Diktisaintek 2024 yang diterima Unhas, yaitu penelitian skala prioritas nasional kategori ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Unhas juga menerima Anugerah Diktisaintek 2024 pada academic leader dalam bidang seni dan budaya, serta silver winner untuk kategori laporan kerja sama.

Prof Adi Maulana (Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin meraih bronze medal bidang ekonomi hijau (hilirisasi).

Baca Juga: Nama-Nama 15 CASN Pemprov Sulsel Melaju ke Seleksi Kompetensi Bidang, Berikut Jadwal SKB

Prof Budimawan (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin) meraih silver medal kategori ekonomi biru (pangan).

Prof Burhanuddin Arafah (Fakultas Ilmu Budaya) meraih gold medal untuk academic leader 2024 dalam bidang seni dan budaya.

Sementara itu, Universitas Hasanuddin juga meraih silver winner untuk bidang kerja sama.

Anugerah Diktisaintek 2024 digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Baca Juga: Pemprov Sulsel Predikat Infomatif Keterbukaan Informasi Publik 2024. Update Website Jadi Pembuktian

Anugerah Diktisaintek tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Satriyo Soemantri Brodjonegoro kepada para pemenang.

Kegiatan itu dihadiri oleh Prof Adi Maulana, yang juga sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas.

Prof Adi Maulana didampingi oleh Direktur Inovasi dan HAKI Unhas Dr Asmi Citra Malina sebagai koordinator tim pelaksana Kedaireka Unhas.

Baca Juga: Kabid Humas Pemprov Sulsel Doakan Peserta Seleksi PPPK, Begini Pesan Fitra

Pada kesempatan itu, Prof Adi Maulana merasa sangat senang dengan anugerah yang diraih lewat penelitian skema kedaireka bertajuk inovasi dalam hilirisasi sumberdaya mineral.

Kegiatan kedaireka yang dipimpinnya itu menciptakan sebuah inovasi teknologi baru dalam eksplorasi dan eksploitasi limestone atau batukapur dalam proses ekstraksi bijih nikel.

Prof Adi Maulana dan timnya menggabungkan konsep geologi, geokimia dan geofisika dalam penelitiannya di daerah Buton.

Bersama mitra dari industri, inovasi ini digunakan untuk meningkatkan nilai tambah, penghematan biaya produksi serta ramah lingkungan.

Baca Juga: Pria Kelahiran Makassar Terpilih Sebagai Ketua Umum IAPI. Selamat Kepada Andi Zabur Rahman!

Inovasi teknologi ini dinilai berkontribusi besar dalam hilirisasi sumberdaya mineral sebagai salah satu program.prioritas nasional.

Prof Budimawan lewat penelitiannya tentang budidaya ikan nila juga dinilai sangat strategis dalam upaya mengatasi ketahanan pangan.

Ke depan, dunia akan menghadapi fenomena terbatasnya sumber makanan dan tentu Unhas sebagai perguruan tinggi terbaik dalam bidang kelautan dan perikanan berkontribusi besar.

Anugerah leader untuk Prof Burhanuddin Arafah diberikan atas dedikasinya yang telah menginisiasi banyak program seni dan budaya baik dalam skala nasional maupun internasional.

Baca Juga: SAH! UMP Sulsel 2025 Ditetapkan Rp3.657.527,37, Mulai Berlaku 1 Januari

Prof Adi Maulana mengatakan, Unhas saat ini tidak hanya sebagai institusi pencetak sumber daya manusia andal, tetapi juga sebagai pusat inovasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

"Para peneliti Unhas harus hadir dan terus memberikan sumbangsih bagi bangsa, untuk menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Hal ini sesuai dengan visi dan misi Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, yaitu Unhas menjadi pusat inovasi yang berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan nasiinal.

Baca Juga: KNTI Polewali Mandar Laksanakan Rembuk Pangan Pesisir 2024

Hanya dengan inovasi teknologi, utamanya dalam bidang hilirisasi mineral dan pertanian, perikanan dan perkebunan maka pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen bisa tercapai.

Ini adalah syarat bagi sebuah negara untuk menjadi negara maju.

Unhas juga terus memberi perhatian dalam kemajuan seni dan budaya agar tercipta masyarakat yang sejahtera.

***