POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin menghadirkan Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah di lantai dasar Masjid Kampus Unhas Tamalanrea.
Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas resmi terbentuk pada Jumat, 6 Januari 2026. Itu ditandai dengan peresmian oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.
Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas fokus pada pengembangkan riset multidisiplin terkait Bahasa Arab, kebudayaan, geopolitik, ekonomi dan isu-isu Kawasan Timur Tengah.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof. Adi Maulana, menuturkan bahwa kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan kompetensi sivitas akademika Unhas dalam mendukung kerja sama akademik dan penelitian internasional.
Selain itu, pusat studi ini juga diharapkan memperkuat program internasionalisasi Unhas melalui pengembangan jejaring riset, pertukaran akademik, serta kolaborasi publikasi dan konferensi internasional.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Sewa Rumah Jadi Tren di Perkotaan, Makassar Diminta Siapkan Pasar Sewa Besar
Kerja sama ini telah mulai dijalankan, salah satunya melalui pelaksanaan seminar bersama Universitas Al-Azhar.
Ke depan, pusat studi ini juga akan aktif mengembangkan kajian tentang Timur Tengah serta menyelenggarakan rapat koordinasi rutin.
"Selain itu, tempat ini juga direncanakan menjadi museum pusat peradaban Islam,” ujarnya.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual bagi sivitas akademika.
Lebih lanjut, Prof JJ, sapaan akrabnya, mengatakan pusat kajian ini juga akan dimanfaatkan untuk agenda rapat koordinasi para dekan setiap hari Jum'at yang dirangkaikan dengan kajian bahasa Arab.
Baca Juga: Founder K-Apel dan Dekan FEBI UIN Alauddin Prof Amiruddin K Perkuat Literasi
“Unhas tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata, tetapi juga menjadi rumah yang membangun keseimbangan antara ilmu dunia dan nilai-nilai akhirat. Karena itu kami menghadirkan pusat ini sebagai ruang kolaborasi keduanya,” tegas Prof JJ.
Prof JJ berharap kehadiran pusat kajian ini menjadi langkah awal bagi sivitas akademika untuk memperluas kerja sama dengan berbagai universitas di kawasan Timur Tengah. ***




