POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kabar membanggakan datang dari Tanah Suci Makkah. Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an atau PPTQ Al Imam Ashim Makassar, KH Syam Amir Yunus, resmi menerima sanad hafalan Alquran 30 juz riwayat Syu’bah An Ashim di Masjidil Haram pada Senin (30/3/2026) pekan lalu.

Sanad tersebut diberikan langsung oleh Syaikh Muhammad Ad Dasuki Kahilah, Direktur Yayasan Kahilah untuk Dirasah Qur’aniyah, Kairo, Mesir kepada Syam Amir Yunus. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di dalam Masjidil Haram dan menjadi momen istimewa bagi perkembangan literasi Alquran, khususnya di Sulawesi Selatan.

Pencapaian ini diraih setelah KH Syam Amir Yunus berhasil menuntaskan setoran atau tasm'i hafalan Alquran 30 juz riwayat Syu’bah An Ashim hanya dalam waktu lima hari. Seluruh proses simakan dilakukan langsung di hadapan Syaikh Muhammad Ad Dasuki Kahilah di Masjidil Haram.

Pencapaian tersebut dinilai sebagai prestasi luar biasa, mengingat proses tasm'i 30 juz biasanya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kualitas hafalan dan ketekunan KH Syam Amir Yunus dalam menjaga Alquran.

"Semoga keberkahan menyelimuti acara yang sangat mulia ini, sehingga kita semua juga mendapatkan keberkahan yang berlimpah di dunia dan akhirat," ujar salah satu kerabat yang turut mendampingi dalam prosesi tersebut dikutip laman FKUB Makassar.

Baca Juga: Kadistaru, Fuad Azis, Kembali Pimpin Barisan Militan Perumnas

Momen penyerahan sanad tersebut juga disaksikan oleh Syaikh Husain Assyahhat yang merupakan Muazin Masjidil Haram. Kehadirannya semakin memperkuat legitimasi keilmuan dan spiritual atas sanad yang diterima KH Syam Amir Yunus.

Sanad Alquran sendiri merupakan rantai transmisi keilmuan yang tersambung dari seorang guru kepada muridnya hingga sampai kepada Rasulullah SAW. Dengan diterimanya sanad ini, KH Syam Amir Yunus kini memiliki jalur sanad resmi dalam riwayat Syu’bah An Ashim.

Riwayat Syu’bah An Ashim

Riwayat Syu’bah An Ashim merupakan salah satu dari dua riwayat utama Imam Ashim. Selain riwayat Syu’bah, riwayat Hafs juga menjadi bacaan yang paling umum digunakan di Indonesia.

Dengan bertambahnya sanad riwayat Syu’bah ini, diharapkan dapat memperkaya khazanah bacaan Alquran serta memperkuat tradisi keilmuan di lingkungan pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Imam Ashim Makassar.

Pencapaian KH Syam Amir Yunus diharapkan menjadi motivasi bagi para santri dan penghafal Alquran di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan bacaan mereka.

Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino, Cadangan Nasional Bisa Tembus 5 Juta Ton

Menariknya, pencapaian ini juga memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pengembangan pendidikan Alquran dan tahfidz.