POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tiga Rektor turut mendapatkan undangan khusus Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Ketiganya termasuk dalam 40 orang warga Indonesia yang menerima undangan berhaji dari Kerajaan Arab Saudi.
Tiga Rektor yang mendapatkan undangan berhaji dari Raja Salman, yaitu Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis, Rektor UNM Prof Karta Jayadi, dan Rektor ITS Prof Bambang Pramujati.
Informasi tiga rektor yang ikut mendapatkan undangan Raja Salman berhaji, termuat dalam tulisan Prof Hamdan Juhannis berjudul :Undangan Haji Raja Salman 2025: Siapa Mereka?"
Baca Juga: Wali Kota Makassar Appi Naikkan Tunjangan Guru dan Nakes Pulau Terluar, Ini Rinciannya
"Masih ada lagi, kelompok saya, sebutlah sebagai kelompok akademisi yang kebetulan mendapat tugas tambahan sebagai Rektor," demikian tulisan Prof Hamdan Juhannis.
"Dari awal saya penasaran, siapa di antara Rektor yang mendapat undangan. Rupanya ada tiga dari kami, Rektor ITS, Rektor UNM, dan saya dari UIN Alauddin."
Tidak hanya itu, Prof Hamdan juga menulis bahwa ada dua gubernur yang ikut dalam rombongan undangan berhaji dari Kerajaan Arab Saudi.
Baca Juga: 103 Desa dan Kelurahan di Maros Kini Punya Koperasi Merah Putih, Ini Komposisi Pengurusnya
Adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar hingga Wakapolda Metro Jaya ikut dalam rombongan undangan berhaji.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengatakan, kesempatan berhaji tahun ini menjadi sangat istimewa bagi sejumlah tokoh dunia, termasuk dari Indonesia. Mereka mendapat undangan khusus dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk menunaikan ibadah haji sebagai tamu kehormatan Kerajaan Arab Saudi.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Gaji ke 13 ASN Maros Cair 2 Juni, Total Rp32 Miliar
Menurut Nasaruddin Umar, undangan itu bukan undangan biasa, melainkan bentuk penghargaan tertinggi dari kerajaan.
"Ini biaya pribadinya keluarga Raja yang mengundang orang-orang terhormat, tokoh-tokoh masyarakat di seluruh dunia ya. Bukan saja dari Indonesia, tapi juga dari negara-negara seperti di Amerika, di Eropa, dan negara-negara non-muslim yang lain juga banyak sekali yang diundang," kata Nasaruddin Umar dikutip dari laman Kemenag RI.
Para jemaah undangan ini akan mendapatkan perlakuan khusus selama menjalankan ibadah haji. Fasilitas istimewa telah disiapkan langsung oleh pihak kerajaan, mulai dari akomodasi hingga pelayanan ibadah.
Menag juga berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Ia berpesan agar para jemaah menjaga nama baik bangsa selama berada di Tanah Suci.
“Jadilah duta yang baik. Jaga sikap dan perilaku. Tunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi tamu yang santun dan terhormat,” pesannya.
***




