POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan capaian membanggakan di kancah reputasi internasional, QS World University Rankings by Subject (QS WUR by Subject) tahun 2026
Tiga bidang ilmu Unhas masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026. Unhas berhasil menambah satu bidang studi masuk QS WUR by Subject dibanding tahun sebelumnya.
Dari total 3 bidang ilmu yang masuk pemeringkatan, 2 di antaranya berhasil menembus jajaran Top 500 dunia, yaitu Agriculture and Forestry (peringkat 251–300 dunia) dan Politics and International Studies (peringkat 301–400 dunia).
Sementara itu, bidang ilmu Medicine Unhas berada pada peringkat 601–650 dunia. Menariknya, Medicine tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yang berada di angka 701-850 dunia.
Edisi tahun 2026 mencakup lebih dari 18.300 program studi pada lebih dari 1.700 universitas di 100 negara, yang dinilai dalam 55 disiplin ilmu serta lima kelompok bidang utama.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemprov Sulsel Hadirkan Penerbangan Subsidi, Ini Daftar Rute dan Jadwalnya
Bidang ilmu Agriculture and Forestry mencatatkan persaingan yang membanggakan dengan berada di peringkat tiga besar secara nasional.
Sementara, bidang ilmu Politics and International Studies di peringkat empat nasional. Adapun Medicine di peringkat kelima.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan, masuknya tiga bidang ilmu Unhas pada pemeringkatan dunia menjadi representasi kuantitatif atas kinerja akademik, riset, dan reputasi institusi di tingkat internasional.
Ia mengatakan, QS World University Rankings by Subject pada dasarnya merupakan instrumen komparatif yang mengukur posisi relatif suatu program studi atau disiplin ilmu dalam ekosistem global.
"Oleh karena itu, capaian ini merefleksikan kekuatan akademik Unhas dalam bidang-bidang tertentu yang telah memenuhi standar kompetisi internasional,” ujar Prof JJ, sapaan Rektor Unhas.
Baca Juga: Empat Koper Kepiting Kenari dari Bau Bau Diamankan Karantina Sulsel, Ini Penyebabnya
Metodologi QS didasarkan pada lima indikator utama dalam melakukan penilaian, yakni academic reputation, employer reputation, citations per paper, h-index, dan international research network.
Masing-masing indikator memiliki bobot yang berbeda pada setiap disiplin ilmu, menyesuaikan karakteristik produksi pengetahuan dan budaya publikasi dalam bidang tersebut.
Dalam konteks ini, indikator reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja mencerminkan persepsi global terhadap kualitas lulusan dan kontribusi keilmuan, yang dihimpun melalui survei berskala internasional.
Sementara itu, citations per paper dan H-index berfungsi sebagai proksi kuantitatif untuk mengukur dampak serta produktivitas riset berbasis data bibliometrik. Adapun international research network menilai intensitas dan luasnya kolaborasi riset lintas negara.
“Dengan demikian, posisi Unhas dalam pemeringkatan ini menunjukkan bahwa pada bidang-bidang tertentu, kita telah memiliki kapasitas riset yang diakui, jejaring kolaborasi internasional yang berkembang, serta tingkat kepercayaan global yang semakin meningkat,” jelas Prof JJ.
Rektor juga menekankan bahwa orientasi Unhas tidak semata pada peningkatan posisi dalam pemeringkatan, melainkan pada pembangunan sistem akademik yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Menjadi world class university bukan hanya tentang peringkat, tetapi tentang konsistensi dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan lulusan yang relevan dengan kebutuhan global. QS memberikan kerangka ukur, namun substansi utamanya tetap pada kualitas dan dampak yang kita bangun,” kata Prof JJ.
***




