POJOKSULSEL, MAKASSAR - BMKG Wilayah IV Makassar mencatat bahwa Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dilanda cuaca ekstrem selama dua hari terakhir. Intensitas hujan mencapai 150 mililmeter per hari.

"Curah hujan dengan kategori ekstrem atau curah hujan lebih dari 150 mm per hari ini terpantau di Kabupaten Barru," kata Ketua Tim Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, Senin (27/10/2025).

Rizky Yudha Pahlawan mengatakan, terjadinya peningkatan curah hujan di Sulawesi Selatan, dalam dua hari terakhir diakibatkan oleh pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) di kuadran IV. Termasuk kategori cuaca ektrem di Kabupaten Barru.

Ia mengatakan, saat MJO melintasi wilayah Indonesia berpengaruh pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. MJO akan bergerak mulai dari Indonesia bagian barat ke bagian tengah dan ke Indonesia bagian Timur.

Baca Juga: 650 Pelari Taklukkan Bantimurung Jungle Run 2025, Energi Muda di Tengah Rimba Karst

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah dengan curah hujan tertinggi, masuk kategori ekstrem dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per hari.

"Dua hari terakhir ini kondisi cuaca di Sulawesi Selatan umumnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, bahkan di beberapa wilayah dalam kategori curah hujan sangat lebat bahkan ekstrem," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk wilayah seperti Kota Makassar, Maros, Pangkep masih dalam kategori sedang hingga sangat lebat. Sementara, wilayah Sulsel bagian utara hanya kategori sedang hingga lebat.

Pada kesempatan itu, Rizky Yudha Pahlawan mengatakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan hingga beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Film Badik Tayang 30 Oktober, Kisahkan Kehormatan dan Cinta dalam Bingkai Budaya Lokal

Ia merincikan, hujan dengan intensitas sedang khususnya tejadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan sebagai wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan seperti Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

"Fenomena MJO masih beberapa hari ke depan masih terjadi di Indonesian dan terus menjauhi wilayah Indonesia ke wilayah Timur," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo mengatakan, curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Barru sempat merendam beberapa lokasi pemukiman dan jalan di wilayah tersebut.

"Sejak semalam jalan nasional lancar dan surut airnya seiring meredahnya hujan dan puncak fase pasang air laut sampai jam 3 pagi tadi," kata Amson Padolo. ***