POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) terpilih periode 2026–2030, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan pidato perdana usai kembali dipercaya memimpin Unhas untuk lima tahun ke depan.
Mengawali sambutannya, Prof. Jamaluddin mengaku terharu sekaligus bangga atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Unhas.
Menurut Prof. Jamaluddin Jompa, keputusan tersebut bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan seluruh keluarga besar Unhas.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh anggota MWA yang telah menentukan pilihan. Kepercayaan ini tentu tidak lepas dari apa yang telah kami lakukan bersama seluruh tim dan keluarga besar Universitas Hasanuddin,” ujar Prof JJ, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Jalan Hertasning Mulai Diaspal dengan Target Rampung Juli. Lihat Progresnya
Ia menegaskan, terpilihnya kembali sebagai rektor untuk periode kedua bukanlah kemenangan personal dalam konteks pemilihan rektor.
Justru sebaliknya, hal itu ia maknai sebagai kemenangan institusi.
“Ini bukan kemenangan individu. Ini adalah kemenangan Universitas Hasanuddin. Sejak dulu kita selalu mengatakan, Unhasku bersatu, Unhasku kuat,” tegasnya.
Baca Juga: Rektor Abbas Langaji Lantik 91 Pejabat UIN Palopo, Ini Komposisi Lengkapnya
Prof JJ menilai, tidak ada satu pun elemen di lingkungan Unhas yang tidak berkontribusi.
Setiap peran, sekecil apa pun, menurutnya memiliki arti penting dalam perjalanan kampus merah marun tersebut.
“Saya yakin tanpa dukungan bapak ibu semua dan teman-teman sekalian, capaian ini tidak mungkin kita raih bersama. Kalau itu tidak menjadi pertimbangan, tentu saya juga tidak akan dipilih kembali,” katanya.
Baca Juga: Bukan Modal Besar, Ini Kunci Jadi Entrepreneur Muda Versi Wali Kota Parepare
Lebih jauh, Prof JJ mengajak seluruh civitas academica untuk menjaga kekompakan dan melanjutkan kebersamaan yang telah terbangun.
Ia menekankan pentingnya mengawal capaian Unhas agar tidak mengalami kemunduran.
“Kita harus menjaga kekompakan. Apa pun proses yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, anggaplah itu sebagai dinamika dan bagian dari cara kita memperkuat calon pemimpin,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa proses tersebut bukan hal yang mudah secara pribadi.
Namun, ia meyakini dinamika itu merupakan bentuk ujian kepemimpinan yang harus dilalui.
“Saya manusia biasa, kadang berpikir ini terasa berat. Tapi saya bersyukur karena prosesnya sudah selesai. Ini adalah cara kita bersama-sama menguji seorang pemimpin,” tutup Prof JJ. ***




