POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin kembali mengukuhkan tiga guru besar di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (10/1/2024).
Adapun tiga profesor baru yang dikukuhkan adalah
Prof Dr Muhammad Yunus, SE MT CIPM sebagai guru besar bidang manajemen operasional pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.
Prof Dr dr Citrakesumasari MKes, Sp GK sebagai guru besar bidang gizi daur hidup pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas
Prof Dr dr Khairuddin Djawad,Sp.KK (K) sebagai guru besar bidang ilmu tumor bedah kulit Fakultas Kedokteran Unhas.
Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel Meresmikan Jembatan Kembar Kota Parepare
Ketua Dewan Profesor Unhas Prof Dr Andi Pangerang Moenta SH MH DFM mengatakan, jumlah guru besar Unhas per tangal 9 Januari 2024 sebanyak 399.
Adapun guru besar Unahs yang sudah menjadi anggota dewan profesor Unhas sebanyak 291 orang
"Jadi masih kita tunggu kurang lebih 108 untuk pengukuhan, mudah-mudahan di 2024 intensitasnya tinggi," kata Prof Andi Pangerang Moenta.
Baca Juga: Hadiri Zikir dan Doa Bersama Pemkab Kepulauan Selayar di Lapangan Pemuda Pada Jumat Pagi
Sementara itu, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, mengaku banyak hal yang didapatkan setiap kali mengikuti pengukuhan guru besar, baik dari aspek akademik maupun pribadi.
"Di banyak tempat kita hanya melihat profesornya, tapi kita tidak pernah melihat yang mana nih keluarganya" kata Prof Jamaluddin Jompa.
Pada kesempatan itu, ia memuji Prof Khairuddin Djawad yang aktif melakukan publikasi jurnal internasional.
Baca Juga: Ini Tiga Tugas Besar Menanti Pj Bupati Polman, Muhammad Ilham Borahima. Apa Saja?
"Walaupun beliau Alumni S1, S2,S3, di Unhas, tapi di luar dugaan beliau memiliki 80 publikasi internasional. Ini luar biasa" kata Prof Jamaluddin Jompa.
Sementara itu, Green Supply Chain yang digagas Prof Yunus dalam pidato pengukuhan guru besarnya turut menjadi perhatian prof Jamaluddin Jompa.
Ia mengatakan, Green Supply Chain menjadi tantangan para ilmuan. Perubahan iklim sudah menjadi interdisiplin yang menyangkut hal yang sangat fundamental.
"Masalah kita bersama, masalah dunia. Sehingga orang ekonomi harus belajar tentang carbon economy," kata dia.
Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Tanam Sukun dan Cabai di Parepare. Bukan Sekadar Ketahanan Pangan!
Prof Jamaluddin Jompa juga tertarik pada pidato pengukuhan guru besar Prof Citrakesumasari tentang Kadar Komponen Anti Kanker dari Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumor cells (Hamlet) pada Air Susu Ibu. ***




