POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) telah memiliki 420 guru besar.
"Jumlah guru besar Unhas per hari ini, yaitu 420 orang," kata Ketua Dewan Profesor Universitas Hasanuddin Prof Dr Andi Pangerang Moenta saat mengukuhkan dan menerima 3 guru besar sebagai anggota Dewan Profesor Unhas, Selasa (12/11/2024).
Prof Andi Pangerang Moenta mengatakan, jumlah guru besar Unhas saat ini jika dilihat dari persentase dose, maka jadi yang terbanyak di Indonesia.
"Kalau dilihat dari presentasi dosen, kita yang terbanyak di Indonesia," kata Prof Andi Pangerang Moenta.
Baca Juga: Dies Natalis UIN Alauddin ke 59, Prof Hamdan Juhannis Beber Progres RS dan Gedung Pascasarjana
Ia menjelaskan, dari total guru besar Unhas, 310 di antaranya telah melakukan pengukuhan. "Jadi kita masih ada 110, kita tunggu pengukuhan," kata Prof Andi Pangerang Moenta.
Pada kesempatan itu, Prof Andi Pangerang Moenta memberikan komentar ringkas terkait pidato 3 guru besar Unhas, yang dikukuhkan sebagai profesor tetap.
Pertama, ia mengomentari pidato Prof Dr Rismaneswati berjudul Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Produksi Pertanian yang Berkelanjutan di Wilayah Tropika Basah.
Baca Juga: Akreditasi Unggul UIN Alauddin Makassar Catat Rekor, Akreditasi Prodi Bisa di Atas 60 Persen
"Saya hanya memberi komentar terkait dengan dikutip surah Ar Ra'd tadi, yang intinya bahwa adanya potensi lahan yang berbeda-beda dengan rasa yang berbeda sebagai tanda kebesaran Tuhan," katanya.
Ia menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dalam pemanfaatan lahan dengan sebaik-baiknya.
"Sudah Bagus tadi disampaikan Selain bahwa adanya lahan dengan potensi berbeda-beda sebagai tanda kekuasaan Tuhan, juga harus ada ilmunya segala sesuatu yang kita lakukan," ungkapnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pelajar Sulsel Dapat Medali di Olimpiade Bahasa Arab Nasional 2024. Jabar Juara Umum
Kemudian komentar ringkas Prof Andi Pangerang Moenta terhadap pidato Prof Amir, tentang Prediksi Iklim Berdasarkan Kearifan dan Analisis Frekuensi Peluang Curah Hujan di Sulawesi Selatan.
"Beliau ini berusaha memadujan metode ilmiah dan metode tradisional dalam penentuan iklim kaitannya dalam menanam tanaman," katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa metode ilmiah ternyata tidak menjamin 100 persen keberhasilan tanaman.
Karena itu, mesti dilengkapi dengan kebiasaan-kebiasaan selama ini dengan cara-cara tradisional melalui analisis Pallontara.
Baca Juga: Kabupaten Soppeng Borong 12 Penghargaan Jambore GTK Hebat 2024 Sulsel. Ini Daftarnya!
"Saya kira ini bagus sekali. Sebetulnya itu pallontara kebiasaan-kebiasaan saya kira intinya. Karena berulang-ulang akhirnya berhasil maka ditulis di Lontara," ungkapan.
Prof Andi Pangerang Moenta juga memberikan komentae ringkas terhadap pidato Prof Harlinah Sahib berjudul Relasi Bahasa, Budaya, dan Pemikiran Masyarakat Kajang dalam Perspektif Linguistik Linguistik Antropologi.
"Saya kira Kajang Ini perlu kita pelihara terus. Salah satu ciri budaya di Sulawesi Selatan yang kita miliki," katanya.
Baca Juga: Nama-nama Kepala Sekolah Inovatif dan Dedikatif di Sulsel pada Jambore GTK Hebat 2024
Ia pun berharap agar Pemda Bulukumba terus memberikan bantuan karena ciri budaya masih terpelihara secara utuh sampai saat ini.
Selanjutnya, Prof Andi Pangerang Moenta mengukuhkan dan menerima Prof Rismaneswati, Prof Amir, dan Prof Harlinah Sahib sebagai anggota Dewan Profesor Universitas Hasanuddin.
Prof Rismaneswati dikukuhkan sebagai anggota Dewan Profesor Universitas Hasanuddin ke 532, Prof Amir ke 533, dan Prof Harlinah Sahib sebagai anggota Dewan Profesor Unhas ke 534.
***




