POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tahap akhir seleksi Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 1446 H/2025 M, di Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (11/12/2025)
Tahap akhir seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi terdiri atas Tes CAT dan Wawancara
Ketua Panitia Rekrutmen, H. Asa Afif, menyebut seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi tahun mengacu pada regulasi terbaru, termasuk UU Nomor 14 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 22 Tahun 2025.
Asa Afif mengatakan, dari total 271 pendaftar, hanya 108 peserta yang dinyatakan layak melanjutkan seleksi tahap II melalui sejumlah kategori jabatan, mulai dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, hingga Siskohat.
Baca Juga: Unhas Kerahkan 200 Patriot Kemanusiaan, Tangani Lonjakan Penyakit Pascabanjir Aceh
Rincian peserta yang mengikuti tahap II adalah ketua kloter 52 orang, pembimbing ibadah kloter 43 orang, transportasi: 4 orang, konsumsi 3 orang, bimbingan ibadah 3 orang, dan Siskohat 3 orang.
Pelaksanaan seleksi mendapat pengawasan langsung dari Tim Supervisi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Kehadiran tim pusat tersebut memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, objektif, dan sesuai standar nasional penyelenggaraan ibadah haji. Pengawasan mencakup pelaksanaan CAT, mekanisme wawancara, hingga tata kelola panitia di lapangan.
Dalam sambutan Menteri yang dibacakan oleh Kakanwil Haji dan Umrah, H. Ikbal Ismail, ditegaskan bahwa petugas haji adalah ujung tombak pelayanan jemaah. Karena itu, proses seleksi wajib berlangsung ketat dan profesional.
Baca Juga: Cek Akreditasi Terbaru Prodi Pendidikan Profesi Guru UIM Al-Gazali
“Petugas haji harus bekerja dengan ketulusan dan tanpa sekat sosial. Mereka adalah pelayan tamu Allah, dan amanah ini harus dijalankan sepenuh hati,” demikian pesan Menteri.
Seleksi serentak digelar di 31 provinsi, kecuali tiga wilayah yang masih berada dalam penanganan bencana.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa proses seleksi di Sulsel berjalan bersih dan akuntabel. Tidak ada praktik titipan atau rekomendasi khusus dalam proses ini.
Baca Juga: Pesan Khusus Kepala LLDikti IX kepada Enam Guru Besar Baru UMI
“Semuanya murni berdasarkan hasil CAT dan wawancara. Peserta yang lolos adalah mereka yang paling siap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran tim supervisi pusat yang memberi penguatan pada setiap tahapan seleksi.
“Sinergi ini penting untuk memastikan kualitas Petugas Haji 2025 benar-benar terjaga,” ujarnya.
***




