POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pemanasan di Sulsel. Kementan dan Pemprov Sulsel kolaborasi.
Pemprov Sulsel dan Kementan RI bergerak cepat mengantisipasi dampak dampak el nino. Tidak tanggung-tanggung, Syahrul Yasin Limpo kucur bantuan Kementan.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan memberikan bantuan ke Pemprov Sulsel, masing-masing 30 unit traktor roda 4, 30 unit traktor roda 2, 30 unit kultivator, 40 unit pompa air, dan 50 unit handsprayer.
Baca Juga: Taufan Pawe Lantik PNS Fungsional, Wali Kota Ingatkan Agar Mau Berbenah
Ia mengatakan, alat dan mesin pertanian atau alsintan yang diberikan kepada Pemprov Sulsel, dipakai untuk memaksimalkan lahan produksi.
Terlebih, Provinsi Sulsel merupakan satu dari enam provinsi penyangga pangan nasional di Indonesia. Syahrul Yasin Limpo ditugaskan Presiden Jokowi untuk memaksimalkan ketersediaan pangan lebih khusus menghadapi el nino.
"Kalau tidak diantisipasi dengan baik, el nino mempunyai dampak yang signifikan terhadap penurunan produksi," katanya.
Baca Juga: Sosok Pembaca Alquran di Wisuda 99 dan 100 UIN Alauddin Makassar, Dikomentari Prof Hamdan Juhannis
Tidak hanya itu, Kementan dan bersama Pemprov Sulsel serta Pemkab se-Sulsel juga menyepakati penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masing-masing senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta.
MoU itu diteken oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian dengan Gubernur Sulsel dan Bupati Gowa.
Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan RI juga sudah melakukan Beberapa upaya Kementan dalam penanganan el nino di Indonesia.
Baca Juga: HKN Kepulauan Selayar, Saiful Arif Ajak ASN Sadar Terhadap Tupoksi
Pertama, identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau dan juga percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan.
Kedua, peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam.
Ketiga, peningkatan ketersediaan air dengan membangun atau memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pompanisasi.
Baca Juga: Madrasah TechnoNatura Juara SSFT, Ciptakan Solusi Penghasil Bahan Bakar Hidrogen Ramah Lingkungan
Keempat, penyediaan benih tahan kekeringan dan organisme pengganggu tanaman.
Syahrul Yasin Limpi mengatakan, upaya lain Kementan RI adalah membuat program 1.000 ha per kabupaten untuk adaptasi dan mitigasi dampak el nino.
Begitu juga dengan Gerakan Nasional (Gernas) El-Nino dengan pertambahan pertanaman 500.000 ha di 10 provinsi dan 100 Kabupaten dan pengembangan pupuk organik terpusat dan mandiri.
Baca Juga: Rapat Pengendalian Inflasi Kepulauan Selayar, Saiful Arif Ingatkan Soal Ini
"Tentu juga menyediakan dukungan pembiayaan KUR dan Asuransi Pertanian, dan penyiapan lumbung pangan sampai tingkat desa," ujar Syahrul Yasin Limpo.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menilai program Kementan RI akan memperkuat Pemprov Sulsel, dalam pengendalian Inflasi dan El Nino.
"Kita harus kerja dalam mengendalikan inflasi dan dampak El Nino ini. Tiap bulan akan dievaluasi oleh Kementerian Pertanian. Apa yang kami janjikan, bisa direalisasikan," kata Bahtiar. ***




