POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kafilah Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak memiliki wakil yang berhasil menembus babak final Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH Nasional) tahun 2025 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra)

Pencapaian Sulsel pada ajang STQH Nasional Kendari mengalami penurunan. Dua tahun sebelumnya Sulsel berhasil masuk di perinkat 7 nasional.

Berdasarkan rekap nilai nasional, empat peserta Sulsel hanya mampu menembus enam besar pada STQH Nasional Kendari 2025, yakni:

Baca Juga: RSUD Haji Makassar Adakan Pemeriksaan THT dan USG Gratis 25 Oktober, Daftar Segera, Kuota Terbatas!

Qonita Al-Aliyah Sulaeman – Harapan I Hifzh 20 Juz Putri (97.00)

Salsabilah Ramadhani – Harapan II Tafsir Bahasa Arab Putri (89.25)

Rozin Nasrullah – Harapan III Tafsir Bahasa Arab Putra (89.83)

Ahmad Faiz – Harapan III Hafalan 100 Hadits dengan Sanad Putra (94.34)

Baca Juga: Program CSR Perusahaan Sasar 19.664 Warga Miskin dan 814 Balita Stunting di Sulawesi Barat

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Iskandar, mengatakan, hasil STQH Kendari peringatan untuk memperkuat pembinaan, memperbanyak pelatihan terpadu, dan melakukan pembibitan peserta sejak dini

"Tahun 2023 kita masih menempati posisi tujuh besar dan melahirkan juara terbaik nasional. Tahun ini kita tidak meloloskan satu pun finalis," kata H. Mulyadi Iskandar dikutip laman Kemenag Sulsel.

Ajang STQH Nasional 2025 memperlihatkan dominasi provinsi Kalimantan Timur dan DKI Jakarta, masing-masing dengan belasan finalis, disusul Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga: Daftar 17 Perusahaan Dilibatkan Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Sulbar

"Kegagalan bukan akhir, tapi proses menuju perbaikan. Dengan sinergi pelatih, dewan hakim daerah, dan pembinaan berjenjang, kita optimis Sulsel akan kembali menorehkan prestasi pada STQH berikutnya," lanjut Mulyadi Iskandar.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menyatakan bahwa kita harus belajar dari hasil yang ada. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk menemukan jalan perbaikan.

Ia menegaskan bahwa pembinaan Qurani di Sulsel harus menjadi lebih hidup, lebih terstruktur, dan mampu menjangkau hingga ke daerah-daerah.

"Saya percaya, dari setiap kegagalan akan lahir kekuatan baru," H. Ali Yafid usai mengetahui hasil STQH Nasional Kendari, Kamis (16/10/2025). ***