POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Tanfidziah PWNU Sulsel Prof Dr KH Hamzah Harun meraih gelar guru besar Bidang Akidah dan Pemikiran Islam UIN Alauddin Makassar.

Hamzah Harun merupakan guru besar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

Hamzah Harun mulai mempersiapkan gelar tertinggi akademik sebagai guru besar, sejak tahun 2018. Hari ini, Kamis, (18/1/2024), Hamzah telah menerima KMA Guru Besar dalam bidang Akidah dan Pemikiran Islam UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Bertepatan 11 Maret 2024, Lebaran Idul Fitri 10 April 2024

Wakil Ketua Umum MUI Sulsel, itu mengatakan, bidang kepakarannya menyangkut segala pemikiran yang berkembang dalam dunia Islam.

"Baik pemikiran yang dianggap klasik maupun pemikiran yang dianggap modern," katanya saat dihubungi wartawan Pojok Sulsel, Kamis (18/1/2024).

Hamzah Harun mengatakan, sebagai guru besar dalam bidang Akidah dan Pemikiran Islam, dirinya ingin mentransfer ilmu yang selama ini didapatkannya kepada mahasiswa

"Itu semua dipelajari dan diakumulasi dan diajarkan kepada seluruh mahasiswa. Supaya mahasiswa bisa betul-betul memahami apa yang menjadi trend pemikiran dalam dunia Islam," ungkapnya.

Baca Juga: Ketua Bawaslu RI Sebut Sekda Takalar Bakal Diperiksa Soal Dugaan Kampanye Salah Satu Kandidat Pilpres 2024

Diketahui, UIN Alauddin Makassar mengawali tahun 2024 dengan penuh kegembiraan. Sebanyak enam dosen meraih gelar guru besar.

Adapun enam guru besar baru UIN Alauddin Makassar, yaitu:

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Prof Dr Muhaemin sebagai profesor Pemikiran Islam.

Baca Juga: Dicurhati Soal BPJS Kesehatan Hingga Air Bersih, Begini Penjelasan Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli

Mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof Dr Firdaus Muhammad sebagai profesor Komunikasi Politik Islam.

Prof Dr KH Hamzah Harun sebagai profesor Akidah dan Pemikiran Islam di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Prof Dr Muhammad Sabri adalah guru besar di Fakultas Syariah dan Hukum.

Selain itu, Prof Andi Miswar M.Ag juga meraih guru besar pada Fakultas Adab dan Humaniora.

Prof Ahmad Musyahid Idrus S.Ag, M.Ag, menyandang gelar guru besar di Fakultas Syariah dan Hukum. ***