POJOKSULSEL, MAKASSAR - Masuknya nama Agusnia Hasan Sulur dalam tiga besar calon Sekda Polman (Polewali Mandar) hasil lelang jabatan menarik perhatian publik.
Itu tidak terlepas karena Agusnia Hasan Sulur, satu-satunya perempuan yang berhasil menembus tiga besar calon Sekda Polman hasil lelang jabatan.
Agusnia Hasan Sulur bersanding dengan dua kandidat lainnya, yakni Nursaid Mustafa dan I Nengah Tri Sumadana dalam tiga besar calon Sekda Polman hasil lelang jabatan.
Baca Juga: Kepala LAN Makassar Dorong PMII Jadi Navigasi Bangsa dan Dunia
Saat dikonfirmasi, Agusnia menyampaikan apresiasi terhadap proses seleksi calon Sekda Polman yang dinilainya transparan dan objektif. Ia bersyukur bisa sampai pada tahap akhir.
“Yang jelas, saya mengucapkan terima kasih. Sampai saat ini prosesnya sudah masuk tiga besar. Dari awal sampai akhir, kami apresiasi karena seleksi ini betul-betul menguji apa yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan,” ujar Agusnia, Kamis (7/8/2025).
Agusnia yang kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Polman menambahkan bahwa seluruh tahapan tes berjalan sesuai dengan kompetensi masing-masing peserta.
Baca Juga: 2.344 Kuota Sertifikasi Halal Gratis Dibuka, Pemprov Sulsel Tetapkan 4 Syarat UMKM Sasaran
Apa yang dituliskan dalam makalah dan disampaikan saat presentasi, menurutnya, benar-benar mencerminkan rekam jejak dan visi ke depan.
"Yang kita tuliskan memang apa yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan untuk ketika kita terpilih menjadi Sekda Polman," kata Agusnia Hasan Sulur.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam jabatan strategis seperti Sekda.
Ia mengatakan, ada dua perempuan yang mendaftar dalam lelang jabatan calon Sekda Polman. Dirinya mampu lolos ke tahap tiga besar.
Baca Juga: Ali Yafid dan FKUB Sulsel Sambangi Terowongan Silaturahim, Simbol Nyata Toleransi Beragama
"Kami juga bisa memberikan kontribusi dalam proses ini bahwa perempuan juga tentunya memiliki kesempatan yang sama dalam proses seleksi," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Pansel, Muhammad Idris DP, menjelaskan bahwa proses seleksi Calon Sekda Polman berlangsung ketat dan transparan.
Seleksi dibuka secara nasional dan diikuti tujuh pelamar. Namun, satu peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi, sehingga hanya enam orang yang melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Idris menjelaskan, seleksi dilakukan dalam empat tahapan, mulai dari penilaian rekam jejak, penulisan makalah kepemimpinan, wawancara, hingga asesmen kompetensi.
"Rekam jejak para kandidat, di sana kita menilai bagaimana kompatibiliti antara pendidikan, masa kerja, pengalama kerja, pendidikan dan pelatihan yang diikuti," ungkap Idris dikutip video dari lama Facebook Aji Assul.
Anggota pansel terdiri dari kalangan akademisi dan birokrat senior, yakni Prof Gufran, Dr Mujirin, Herdin Ismail, dan Ai.
Baca Juga: Profesor Unhas Tembus 471 Orang, Prof Andi Pangerang Moenta Ingatkan Tugas Guru Besar
Idris menegaskan, seluruh anggota pansel bekerja secara independen dan profesional sesuai dengan amanah yang diberikan.
Skoring dilakukan secara ketat dengan menggunakan standar penilaian berbasis angka.
Dari enam peserta tersebut, tiga peserta nilainya di kisaran 68 sampai 79 dengan status masih memenuhi syarat.
Sementara itu, tiga peserta lainnya mendapatkan nilai di atas 80 dengan status memenuhi syarat.
"Nah, tiga orang memenuhi syarat itu rata-rata di atas 80 dari asesmennya. Tapi begitu kita gabungkan dengan tiga komponen yang lain, akhirnya muncullah nilai yang juga sama dengan hal itu," kata Idris.
***




