POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali mengukir prestasi nasional. Dua mahasiswanya, Muh Habibi dan Intan Putri Nurashila, berhasil menembus TOP 40 Pertamuda Seed and Scale 2025 dari kategori Early Stage Startup (ESS). Kompetisi ini merupakan ajang ide bisnis mahasiswa terbesar di Indonesia yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero).
Dua mahasiswa UMI itu akan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam babak Bootcamp sebelum melaju ke tahap Demoday, Final Pitch, dan memperebutkan posisi TOP 3 Pertamuda 2025.
UMI Makassar menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi yang berhasil lolos hingga TOP 40 tahun ini. Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprah mahasiswa Indonesia Timur dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi bangsa.
Habibi dan Intan, melalui startup Fortitude Genius Indonesia, mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang memfokuskan pada digitalisasi sektor kelautan dan pertanian.
Startup ini bertujuan meningkatkan efisiensi nelayan dan petani melalui integrasi data, kecerdasan buatan, serta solusi digital yang mudah diakses masyarakat pesisir dan pedesaan.
Baca Juga: Aksi Jalanan Seruan Selamatkan Hutan dari Api di Center Point of Indonesia
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UMI yang lolos ke babak Bootcamp.
“Pertamina percaya bahwa masa depan ekonomi bangsa ada di tangan anak muda yang kreatif. Pertamuda bukan sekadar kompetisi, tapi fondasi ekosistem kewirausahaan berkelanjutan,” ujar Fadjar Djoko Santoso, Kamis (23/10/2025).
Babak Bootcamp hingga Final Pitch dan Awarding Pertamuda Seed and Scale 2025 akan digelar di Yogyakarta pada 24-29 Oktober 2025. Tahun ini, Pertamuda mengusung tema “Igniting 5 Years of Impact”, menandai lima tahun perjalanan Pertamina membina wirausahawan muda di seluruh Indonesia.
Dari Bootcamp, 29 tim terbaik akan dipilih ke Demoday, dan 17 tim akan bersaing di Final Pitch memperebutkan gelar Top 3 Pertamuda 2025. ***




