POJOKSULSEL, MAKASSAR - Percepatan pembangunan Bendungan Jenelata kembali menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Agus Salim, memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Satgas Percepatan Investasi Provinsi Sulsel di Kantor Kejati Sulsel, Makassar. Salah satu yang dibahasa dalam pembangunan Bendungan Jenelata.
Rapat ini bertujuan mempercepat proses pembangunan bendungan yang sangat strategis untuk wilayah Sulsel. Salah satunya Bendungan Jenelata.
Sekda Jufri Rahman menegaskan, proyek ini harus segera berjalan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Program 1 Desa 1 Hafidz Berlanjut, Bupati Gowa Dorong Mahasantri Seimbangkan Ilmu Dunia dan Akhirat
"Hari ini rapat lanjutan untuk percepatan investasi dalam hal ini pembangunan Bendungan Jenelata. Kita harap pembangunan ini bisa segera dilakukan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Jufri Rahman.
Kajati Sulsel Agus Salim menambahkan, Satgas Percepatan Investasi hadir sebagai wadah koordinasi guna menyelesaikan berbagai kendala yang menghambat pembangunan. Dengan begitu, progres proyek bisa sesuai target.
“Sejak groundbreaking pada 2023, progres sempat stagnan di 0 persen dan naik tipis menjadi 3 persen di 2024. Namun tahun ini, realisasi fisik sudah mencapai 17-20 persen dengan dana sekitar Rp800 miliar sudah beredar di Gowa,” ungkap Agus Salim.
Baca Juga: Bangga! Rahmat Aries Angkat Isu Inklusif dan Ekoteologi di Forum YSEALI Summit 2025 Malaysia
Pembangunan Bendungan Jenelata juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang fokus pada ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya alam.
“Saat ini kita sudah memasuki tahap empat pembebasan lahan. Progresnya berjalan lancar, dan kami berharap pembangunan ini berjalan mulus tanpa merugikan negara maupun masyarakat,” tambahnya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, menegaskan, Bendungan Jenelata adalah Proyek Strategis Nasional dengan luas lahan 1.722,28 hektar. Target tahun ini adalah mencapai 20 persen progres pembangunan.
Baca Juga: Unsulbar dan Unasman Sepakat Bersinergi, Kerjasama Antarfakultas dan Prodi Resmi Dijalin. Apa Saja?
Manfaat bendungan ini sangat besar, terutama mengairi 23.340 hektar lahan irigasi, menyediakan suplai air baku sebesar 6,05 meter kubik per detik, serta menghasilkan potensi listrik tenaga air (PLTA) 7 Mega Watt dan pengendalian banjir di wilayah hilir.
“Bendungan Jenelata memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air,” ujar Heriantono.
Sementara itu, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengapresiasi sinergi antara Pemprov Sulsel, Kejati, dan BBWS dalam mempercepat pembangunan ini. Ia juga mengajak masyarakat mendukung proyek demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.
“Kami berharap solusi terbaik segera ditemukan agar pembangunan Bendungan Jenelata selesai tepat waktu dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Sitti Husniah. ***




