POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mulai mematangkan rencana perluasan landasan pacu (runway) Bandara Bua di Kabupaten Luwu. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat jaringan transportasi udara di kawasan utara Sulsel.

Runway Bandara Bua yang berada di Desa Tanarigella dan Desa Pabbarassang, Kecamatan Bua, rencananya akan diperpanjang untuk mengakomodasi pesawat berkapasitas lebih besar.

Upaya perluasan runway Bandara Bua diyakini dapat membuka akses mobilitas yang lebih cepat bagi masyarakat Luwu Raya dan wilayah pegunungan Toraja.

Asisten I Setda Provinsi Sulsel, Ishaq Iskandar, menyatakan bahwa pengembangan fasilitas Bandara Bua menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya potensi pergerakan manusia dan barang di wilayah tersebut.

Baca Juga: Baru 16 Hari Pimpin UNM, Prof Farida Patittingi Laporkan Sejumlah Kinerja di Acara Wisuda, Apa Saja?

“Perpanjangan runway ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi,” kata Ishaq, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, dampak pembangunan tidak hanya dirasakan sektor transportasi. Perluasan landasan pacu diprediksi akan menjadi pemicu pertumbuhan di sektor perdagangan, sosial, kebudayaan, hingga pariwisata masyarakat Luwu, Lutra, Lutim, Palopo, serta Toraja dan Toraja Utara.

Ishaq menegaskan bahwa peningkatan konektivitas udara merupakan bagian dari prioritas pemerintah provinsi dalam memperkuat hubungan antarwilayah.

Sebagai ketua tim persiapan pengadaan lahan, ia menjelaskan bahwa proyek ini membutuhkan 1,64 hektare lahan di Desa Tanarigella dan 11,18 hektare di Desa Pabbarassang. Pengadaan lahan ditargetkan tuntas pada 2025.

Baca Juga: UNM Wisuda 1.000 Lulusan Hari Ini, Prof Farida Patittingi Beberkan Para Wisudawan Terbaik Periode November

Setelah seluruh proses administrasi dan lahan terpenuhi, pembangunan fisik runway diproyeksikan dimulai pada 2026 dan dikerjakan hingga 2027.

Proyek ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan kawasan Luwu Raya dan menjadi pintu masuk baru bagi aktivitas ekonomi di wilayah utara Sulsel. ***