POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Hplus menjadi salah satu air mineral kemasan premium yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Ini dibuktikan melalui hasil penelitian yang dijabarkan ahli Kimia Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Ismail Marzuki, Kamis (10/8/2023).

Hplus merupkan minuman kemasan dengan kualitas PH9 atau bisa disebut air alkali. PT Anugerah Bersama Perkasa sebagai produsen air kemasan Hplus terus membuktikan komitmennya menjaga kualitas produksi air mineral dengan menggunakan teknologi canggih.

Baca Juga: 60 Mahasiswa Unifa Laksanakan KKN Tematik di 3 Kecamatan Kabupaten Kepulauan Selayar

Bahkan air alkali kemasan yang diproduksi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini, telah melakukan uji laboratorium terkait kandungan air dan dari bahan baku air hingga hasil produksi selama ini.

Ahli Kimia Universitas Hasnuddin Dr Ismail Marzuki menerangkan dirinya meneliti air alkali Hplus karena sejalan dengan bidang keilmuannya. Sekalipun, menurut dia, air minum Hplus sudah lolos sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



"Saya melakukan penelitian selama enam bulan. Walau sebenarnya prosesnya itu sudah berjalan 1,5 tahun setelah komunikasi dengan pemiliknya," kata Dr Ismail Marzuki.

Ia menjabarkan, setelah membawa empat sampel untuk diteliti di laboratorium, mulai dari air baku hingga air yang sudah dikemas hasilnya sudah melebihi persyaratan mutu air minum sesuai syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). Bahkan kata dia, air baku saja sudah bisa langsung dikonsumsi.

"Ketika saya datang, saya melihat sumber bahan bakunya itu kedalaman sumurnya sekitar 45 meter. Dari situ kita berkesimpulan, bahwa sumbernya bukan air permukaan. Pada kedalaman tertentu menghasilkan tekanan, sehingga air itu mengurai. Inilah yang menyebabkan air itu berbeda dari yang lain. Mirip dengan proses alamia air zamzam," ucap Dr Ismail Marzuki, yang juga Wakil Rektor 1 Universitas Fajar Makassar.

Baca Juga: Bunga Rampai Kemerdekaan, Bendera Merah Putih Dikibarkan di Atas Kapal Nelayan di Pantai Losari

Dr Ismail Marzuki menerangkan, selama proses penelitian ia merahasiakan laboratorium tempat ia meneliti. Tujuannya agar tidak ada intervensi dari pihak perusahaan. Kemudian labaoratorium yang digunakan juga sudah menerapkan ISO 1991 dan 2022.

"Tiga parameter utama dalam standarisasi air sudah sangat terpenuhi, mulai dari parameter biologi, fisik hingga kimia," katanya.

Dirinya menjelaskan, proses produksi air alkali Hplus menggunakan teknologi canggih dengan magnetisasi selama proses pengiriman air dari sumber ke mesin produksi, teknologi ini disebut dari Cekoslowakia.

"Teknologi ini yang memisahkan ION negatif dan positif. Sehingga produksi air ini disebut PH9 atau alkali. Air alkali dipercaya dapat menstabilkan kadar pH tubuh, memperlambat proses penuaan, mencegah penyakit kanker, serta membantu mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, batu ginjal, dan bahkan kolesterol tinggi," kata Dr Ismail Marzuki.

Calon guru besar Unhas di bidang kimia ini menerangkan, kandungan dalam air alkali HPlus juga bisa menetralisir kadar asam di dalam tubuh. Karena banyak kandungan ION negatifnya.

"Dari proses teknologi magnetisasi ini, air diurai jadi ION negatif dan positif, dan ini bisa menjadi penetralisir dalam tubuh makanya bisa dikatakan menyehatkan," jelasnya.

Pada ekspos hasil penelitian tersebut, turut dilakukan juga demontrasi dan pengujian air mineral secara langsung. Termasuk melihat proses produksi dari bahan baku hingga distribusi ke pasaran.

Direktur Pemasaran air alkali HPlus Sumirlan mengatakan, permintaan air mineral PH9 HPlus terus meningkat. Salah satu faktor karena harganya bersaing dengan merk lain untuk kelas air alkali.

Baca Juga: 4 Izin Travel Umrah Dihentikan Sementara Oleh Kemenag, Ini Daftarnya...

"HPlus memang mineral PH9 yang baik untuk kesehatan. Ini nilai lebih dari produk yang kami produksi kami. Kemudian tipe kemasan ini sedang dengan botol 300ml. Cocoklah untuk diselip di tas atau dikantongi juga bisa,” jelas Sumirlan.

Dirinya menjelaskan, sesuai dengan hasil penelitian Ismail Marzuki memang kandungan dalam air ini sangat baik. "Sehingga kita akan berupaya mengedukasi masyarakat terkait dengan HPlus ini," jelasnya. ***