POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM Sulsel) Prof Ambo Asse senang dapat kabar kontingen Sulsel juara umum Kemah Santri Muhammadiyah Nasional I tahun 2024 di Karanganyar, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah bahwa santri-santri Muhammadiyah Sulawesi Selatan, telah memperoleh juara umum 1 Kemah Santri Muhammadiyah Nasional," kata Ketua PWM Sulsel Ambo Asse saat dihubungi wartawan pojoksulsel, Selasa (22/10/2024).
Ambo Asse mengatakan, PWM Sulsel merasa senang mendengar prestasi kontingen Sulsel pada ajang Kemah Santri Muhammadiyah Nasional.
Baca Juga: Daftar 23 Pemenang Unhas di Pimnas 2024, Widitra Darwis Sumbang 2 Emas
"Tentu kami menyambut dengan senang bahwa mereka memang sungguh-sungguh mengikuti kegiatan kemah santri tersebut," kata Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu.
Ia mengatakan, santri-santri Muhammadiyah yang mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional telah melalui seleksi ketat dari Lembaga Pesantren Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
"Sehingga melibatkan beberapa pondok pesantren se Sulawesi Selatan, yang diutus untuk mengikutinya," katanya.
Baca Juga: Satu Lagi Prodi di UIN Alauddin Makassar Raih Akreditasi Unggul
Tidak hanya itu, sambung Mantan Rektor Unismuh Makassar itu, santri-santri Muhammadiyah se Sulawesi Selatan sudah punya pengalaman yang matang.
Mereka telah tujuh kali melaksanakan Kemah Santri Muhammadiyah se- Sulawesi Selatan.
Sementara, Kemah Santri Muhammadiyah secara nasional baru kali ini dilaksanakan.
Baca Juga: Inilah Nama-nama 4 Bakal Calon Ketua STAIN Majene Lolos Berkas. Siapa Saja?
"Karena itu memang kita punya santri-santri ini afa kesiapan menghadapi lomba-lomba itu," kata mantan Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar itu.
Ia menjelaskan, santri-santri Muhammadiyah Sulawesi Selatan mendapatakan penghargaan pada 13 cabang lomba pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional di Karanganyar.
Hal itu, kata dia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWM Sulsel, di mana santri-santri Muhammdiyah ukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Pada kesempatan itu, Prof Ambo Asse mengatakan, pelaksanaan Kemah Santri Nasional Pesantren Muhammadiyah atau Kemah Santri Muhammadiyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 222 Oktober.
Karena itu, Ambo Asse mengusulkan agar Kemah Santri Nasional Pesantren Muhammadiyah dilakukan sekali dalam dua tahun.
Baca Juga: 10 Cara Seru Buat Healing Bareng Temen di Bulan Oktober
"Sebab Kemah Santri Muhammadiyah dilaksanakan di wilayah itu sekali setahun," kata Dekan Pertama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini.
Diketahui, rombongan santri dari Sulawesi Selatan berjumlah 144 orang.
Mereka terdiri dari berbagi pesantren yang ditemani mudir dan pembinanya.
Baca Juga: Muh Tonang Temui Jufri Rahman Sampaikan Rangkaian Hari Santri 2024 di Sulsel
Adapun sistem perekrerutan adalah berdasarkan juara yang dilaksanakan pada Kemah Tahfidz dan Bahasa VII di Palopo beberapa waktu yang lalu.
Adapun jenis lomba yang akan diikuti di antaranya lomba tahfidz, lomba Hadits Arbain, lomba Fahmil, pidato, lomba tilawah, hingga film pendek.
***




