POJOKSULSEL, MANGGARAI - Sebanyak 78 warga terdampak gempa di Desa Lalong, Kecamatan Waeri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pelayanan kesehatan dari Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Pelayanan kesehatan Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia digelar di lokasi pengungsian pada Senin(24/8/2026) malam. Puluhan warga yang diperiksa terdiri dari tujuh anak-anak, 40 orang dewasa, dan 31 lansia.
Tim medis Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia yang diketuai dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B., menemukan sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya flu, demam, dan tekanan darah tinggi.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga menyalurkan bantuan berupa tenda, selimut, serta sejumlah kebutuhan dasar bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.
Kedatangan relawan dari Makassar itu mendapat sambutan hangat dari warga.
Baca Juga: MTQ KORPRI Nasional 2026 Pulang Kampung ke Makassar, Gubernur Sulsel: Kami Berikan yang Terbaik
Salah satunya Alfensius Nampar.
Ia mengatakan kehadiran tim UMI membuat warga merasa tidak sendirian menghadapi situasi pascagempa.
“Sejak kemarin kami dapat informasi bahwa bapak mau kunjung ke sini, kami sudah tidak merasa sendiri,” kata Alfensius.
Alfensius menyebut sebagian warga Desa Lalong masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi rumah yang rusak dan adanya gempa susulan.
Menurut dia, sebanyak 72 rumah di desa tersebut mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Daftar Pemenang Open Mic Challenge Makassar 2026 Sesi Kedua, Heriati Juara 1
Sebagian warga kini tinggal di tenda, sementara sebagian lainnya menempati rumah adat yang difungsikan sementara sebagai posko pengungsian.
“Sudah datang jauh-jauh dari Makassar ingin melihat situasi dan kondisi kami di sini. Terus terang ini kunjungan pertama ada kepedulian bagi kampung kami,” ujarnya.
Tim Relawan Medis UMI dipimpin Wakil Rektor II UMI Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
Rombongan juga melibatkan relawan medis UMI, AMDA, AR7 Team, Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran UMI, serta KAHMI Manggarai NTT.
Saat menyerahkan bantuan, Prof Zakir mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan persaudaraan.
“Jangan dilihat apa yang kami bawa. Ini hanya simbol persaudaraan. Kita semua bersaudara,” kata Zakir.
Ia juga berharap warga yang terdampak gempa dapat segera kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: MTQ VIII KORPRI Nasional 2026: Gubernur Sulsel Siapkan Hadiah Umrah, Kepala BKN Bagi Beasiswa S2-S3
“Mudah-mudahan bapak dan ibu semua tidak mengalami gempa lagi dan bisa segera kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Tim Relawan Medis UMI dan AMDA telah berada di wilayah terdampak gempa selama beberapa hari.
Rombongan berangkat dari Makassar pada 20 Agustus 2026 setelah dilepas Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib.
Misi tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT.
Bagi UMI, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Kampus Perjuangan dan Pengabdian serta Kampus Peduli dan Berbagi.
Baca Juga: MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Dibuka di Makassar, Menag Nasaruddin Umar Soroti Peran ASN
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai.
Hingga kini, sebagian warga terdampak masih membutuhkan pelayanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan dasar lainnya.
Kehadiran relawan di Desa Lalong diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat dukungan bagi masyarakat yang masih bertahan di pengungsian. ***




