POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ada pesan berbeda yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, dalam prosesi Wisuda Angkatan ke-121, Selasa (15/9/2026).

Di hadapan 750 wisudawan UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis tidak hanya berbicara tentang gelar sarjana dan masa depan setelah kampus. Ia justru mengajak para lulusan mengingat orang-orang yang selama ini berada di sekitar mereka, tetapi kerap luput dari perhatian.

Pesan itu disampaikan Hamdan Juhannis melalui sebuah dialog dengan tiga wisudawan di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Hamdan Juhannis meminta ketiganya menyebutkan nama orang-orang yang mereka kenal selama menjalani kehidupan akademik.

Nama ketua program studi dan pimpinan fakultas dapat disebutkan. Namun, ketika pertanyaan diarahkan kepada petugas keamanan, cleaning service hingga penjual makanan yang setiap hari berada di lingkungan kampus, tidak semua wisudawan mampu menjawab.

Baca Juga: BPBD Kota Makassar Salurkan 3 Juta Liter Air Bersih, Kekeringan Berdampak ke 92 Ribu Warga

Bagi Hamdan Juhannis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju kelulusan tidak hanya melibatkan mereka yang berada di ruang akademik.

Ia bahkan menyebut sejumlah nama pekerja di lingkungan kampus yang dikenalnya, mulai dari petugas keamanan, cleaning service hingga marbot masjid.

“Orang-orang yang sering terabaikan, dianggap orang-orang kecil. Padahal sesungguhnya mereka-mereka itulah yang berkontribusi terhadap pencapaian kita,” kata Hamdan Juhannis.

Menurutnya, keberadaan orang-orang tersebut menjadi bagian dari perjalanan para mahasiswa selama berada di kampus. Aktivitas perkuliahan dan kehidupan kampus dapat berjalan karena ada banyak pihak yang bekerja di baliknya.

Karena itu, Hamdan Juhannis meminta para lulusan tidak memandang pencapaian akademik hanya dari gelar atau posisi yang nantinya mereka raih.

Baca Juga: Profil Lengkap Basnang Said, Dirjen Pesantren Kemenag RI

Ia kemudian memperkenalkan gagasan “sarjana anak tangga” sebagai gambaran perjalanan kehidupan para wisudawan.

Hamdan Juhannis mengibaratkan kehidupan seperti menaiki tangga. Seseorang harus melewati satu anak tangga sebelum mencapai anak tangga berikutnya.

“Tidak ada yang lahir langsung menjadi mahasiswa. Sekolah, besar, SD, SMP, menjadi mahasiswa. Setelah mahasiswa menjadi sarjana seperti kalian, cari kerja, setelah bekerja. Bukan hanya mengenal anak tangga, tetapi mencoba berumah tangga,” ujarnya.

Bagi Hamdan Juhannis, setiap tahapan kehidupan tersebut tidak berdiri sendiri. Ada orang-orang yang turut menjadi bagian dari perjalanan seseorang hingga mencapai titik tertentu.

“Karena itulah bagian menjadi manusia, anak tangga,” tegasnya.

Hamdan Juhannis pun mengingatkan 750 lulusan UIN Alauddin Makassar bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.

Gelar sarjana yang diperoleh merupakan satu tahapan untuk menuju perjalanan berikutnya, sekaligus membawa tanggung jawab untuk tetap menghargai dan memberi manfaat kepada orang lain.

“Ini yang bisa saya berikan terkait wisuda hari ini. Ini semua yang saya sampaikan adalah bagian dari anak-anak tangga untuk kalian bisa sukses menjadi sarjana anak tangga,” tuturnya.

Baca Juga: Tangki Avanza Dimodifikasi, Polres Parepare Berhasil Bongkar Modus Penimbunan Pertalite Lintas Daerah

Wisuda Angkatan ke-121 UIN Alauddin Makassar menjadi momentum bagi 750 lulusan untuk melangkah keluar dari lingkungan kampus dan memasuki fase kehidupan baru dengan bekal ilmu, pengalaman, serta kesadaran bahwa pencapaian mereka tidak terlepas dari kontribusi banyak orang. ***