POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengukuhkan tiga profesor Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) sebagai guru besar tetap lintas kepakaran, Rabu (20/8/2025).
Pengukuhan guru besar tetap tiga profesor FUF digelar khidmat di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Kabupaten Gowa.
Pengukuhan tiga guru besar UIN Alauddin menjadi momentum penting bagi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.
Ketiganya adalah Prof Dr Hj Darmawati H, SAg, MhI, Prof Dr Tasming Tangngareng, MAg, dan Prof Dr H Abdullah Abdul Thalib, SAg, MAg atau yang akrab disapa La Dollah.
Baca Juga: Tok! Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta Dilantik Sebagai Kapolda Sulbar
Ketiganya kepakaran yang berbeda, ketiganya melengkapi khazanah keilmuan: fikih keluarga, hadis, dan teologi sosial.
Berikut profil tiga guru besar FUF UIN Alauddin Makassar yang dikukuhkan:
Prof Dr Hj Darmawati H
Prof Dr Hj Darmawati H, lahir di Bone, 3 Juni 1971. Ia resmi dikukuhkan sebagai profesor bidang Fikih Keluarga.
Jejak akademiknya berawal dari SD Inpres 1073 Welado Bone, kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Pesantren As’adiyah Sengkang. Bahkan, saat menamatkan pendidikan aliyah pada 1990, ia dinobatkan sebagai alumni terbaik.
Baca Juga: Dekranasda hingga Bunda PAUD Resmi Dikukuhkan, Tasming Hamid Tekankan Literasi dan Stunting
Semangat menuntut ilmu membuatnya melanjutkan pendidikan di IAIN Alauddin Ujung Pandang pada jurusan Aqidah Filsafat. Saat itu, ia menjadi penerima beasiswa Supersemar dan aktif dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Gelar sarjana ia raih pada 1995.
Pendidikan magister bidang Syariah Hadis ia selesaikan pada 2003, lalu menuntaskan doktoral pada konsentrasi Syariah Hukum Islam di UIN Alauddin Makassar tahun 2015.
Karier akademiknya cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Ketua Prodi Aqidah Filsafat Islam, hingga akhirnya dipercaya dua periode berturut-turut sebagai Wakil Dekan II FUF.
Tak hanya di kampus, kiprah Prof Darmawati juga kental di dunia organisasi. Ia aktif sebagai Ketua Wilayah Muslimat Al Washliyah, pengurus Muslimat NU Sulsel, hingga masuk jajaran pengurus pusat IKAKAS.
Prof Dr Tasming Tangngareng, MAg
Prof Dr Tasming Tangngareng, MAg, lahir di Lasusua, Kolaka Utara, 15 Agustus 1964. Ia didapuk sebagai guru besar dalam bidang Fiqhul Hadis.
Tasming menempuh pendidikan dasar hingga aliyah di kampung halamannya. Ia kemudian melanjutkan studi di IAIN Ujung Pandang.
Tahun 1986, ia menyelesaikan sarjana muda Ulumul Qur’an, dan dua tahun berselang meraih sarjana lengkap Fakultas Dakwah.
Semangatnya mendalami ilmu hadis tak pernah surut. Pada 2002, ia menuntaskan studi magister Agama dengan konsentrasi Hadis dan Sejarah Islam, lalu meraih gelar doktor hadis di UIN Alauddin Makassar pada 2013.
Baca Juga: Kaji Ketahanan Iklim, Pemprov Sulsel Gandeng Riset Australia
Di masa mahasiswa, ia dikenal aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Selepasnya, ia mengabdikan diri penuh di kampus.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Ketua Jurusan Tafsir Hadis, hingga dipercaya dua periode sebagai Wakil Dekan I FUF.
Prof Dr H Abdullah Abdul Thalib, SAg, MAg
Prof Dr H Abdullah Abdul Thalib, SAg, MAg atau akrab disapa La Dollah. Lahir di Boro, 31 Desember 1972, ia adalah guru besar dalam bidang Pemikiran Islam Teologi Sosial.
Sejak kecil, Abdullah menempuh pendidikan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia tamat SDN Inpres 2 Boro tahun 1984, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Sanggar dan SMAN 2 Kota Bima.
Baca Juga: FEB Unhas Diminta Jadi Benchmark Target 8 Persen, Prof JJ Tugasi 3 Guru Besar Dorong Ekonomi Timur
Gairah intelektualnya membawa ia ke IAIN Alauddin, jurusan Aqidah Filsafat. Ia lulus sarjana pada 1994. Semasa kuliah, Abdullah dikenal sebagai aktivis yang merangkap banyak organisasi, mulai dari PMII, HMI, IMM, hingga jamaah tabligh.
Pendidikan magister ia raih pada 2001 dengan konsentrasi sejarah pendidikan, bahkan saat itu menyandang predikat alumni terbaik Pascasarjana IAIN Alauddin.
Lalu, pada 2008, ia menuntaskan pendidikan doktor bidang pemikiran Islam di UIN Alauddin.
Karier akademiknya dimulai sejak 1997. Ia pernah menjadi Sekretaris dan Ketua Prodi Aqidah Filsafat, hingga menjabat Wakil Dekan III FUF.
Kini, selain menjalankan peran akademiknya, ia juga dipercaya sebagai General Manager Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Alauddin.
***




