POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Hambali Thalib jelaskan UMI Connection sebagai arah baru pengembangan Universitas Muslim Indonesia.
UMI Connection sebagai arah baru pengembangan Universitas Muslim Indonesia akan menjadi pedoman dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan program, hingga pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Penegasan konsep UMI Connection disampaikan Hambali Thalib saat membuka UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026 di Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia, Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri 177 pimpinan UMI yang terdiri atas Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Rumah Sakit, Direktur Pesantren, Kepala Biro, Kepala UPT, hingga Ketua Program Studi.
Baca Juga: Sudah Lolos SMM Tes UIN Alauddin? Abaikan Tahapan Ini, Status Kelulusan Bisa Hangus
Menurut Hambali Thalib, UMI ESS 2026 bukan sekadar perubahan nama dari rapat kerja tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengubah pola berpikir, cara bekerja, pengambilan keputusan, serta sistem pelayanan di lingkungan UMI.
“Mulai hari ini, saya mengajak seluruh pimpinan menjadikan UMI Connection sebagai arah baru Universitas Muslim Indonesia. Ini bukan lagi sekadar sistem digital, bukan sekadar aplikasi, dan bukan sekadar kumpulan data. UMI Connection adalah cara kita berpikir, cara kita bekerja, cara kita mengambil keputusan, dan cara kita melayani,” kata Hambali Thalib.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan untuk membangun tata kelola yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga terintegrasi, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Hambali Thalib menegaskan, keberhasilan universitas tidak lagi cukup diukur dari jumlah program yang dilaksanakan maupun serapan anggaran, tetapi dari dampak yang dihasilkan.
“Program kerja bukan lagi daftar kegiatan. Program kerja adalah daftar solusi. Kalau sebuah kegiatan tidak menyelesaikan persoalan, kita harus berani mengevaluasinya,” ujarnya.
Baca Juga: Tasming Hamid Apresiasi TRC BPBD Parepare, Sebut Pengabdian Personel Bernilai Amal Jariah
Dalam arahannya, Rektor UMI juga meminta seluruh unit kerja melakukan evaluasi terhadap pola kerja yang masih berorientasi administratif. Menurutnya, pelayanan universitas harus semakin sederhana dan tidak membebani mahasiswa maupun masyarakat.
“Kadang laporan kita semakin tebal, tetapi pelayanan belum tentu semakin cepat. Hal-hal seperti ini harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki cara kita bekerja,” katanya.
Untuk mendukung transformasi menuju Smart Islamic AI-Driven University, Prof. Hambali memperkenalkan empat disiplin utama dalam implementasi UMI Connection.
Empat disiplin tersebut meliputi Satu Pikiran, Satu Data, Satu Langkah, dan Satu Manfaat.
Konsep Satu Pikiran menekankan pentingnya kesamaan visi dan arah seluruh elemen UMI dalam membangun universitas.
Satu Data menempatkan data yang valid dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Sementara Satu Langkah mengharuskan seluruh fakultas, program studi, lembaga, rumah sakit, pesantren, biro, dan unit kerja memperkuat kolaborasi.
Adapun Satu Manfaat memastikan setiap program, anggaran, dan keputusan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan peningkatan reputasi universitas.
Selain itu, Rektor UMI memberikan empat arahan strategis kepada seluruh pimpinan dalam penyusunan program kerja.
Baca Juga: Daftar Lengkap 25 Kapolres Jajaran Polda Sulsel Usai Sertijab Akhir Juli 2026, Dua Pangkat Kombes
Pertama, setiap program harus dimulai dari persoalan yang ingin diselesaikan.
Kedua, seluruh unit harus memperkuat kolaborasi lintas bidang.
Ketiga, setiap penggunaan anggaran harus menghasilkan perubahan yang terukur.
Keempat, pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat harus semakin cepat, mudah, sederhana, dan berbasis sistem terintegrasi.
Hambali Thalib menambahkan, seluruh program kerja hasil UMI ESS 2026 harus selaras dengan Renstra Universitas, penguatan indikator kinerja utama (IKU), peningkatan akreditasi dan pemeringkatan, serta percepatan transformasi digital melalui UMI Connection.
Baca Juga: Tipikor Polda Sulsel Geledah 5 Kantor di Pemkab Gowa, AKBP Jufri Ungkap Kasus yang Diusut
Ia berharap seluruh keluarga besar UMI menjadikan UMI Connection sebagai budaya kerja bersama.
“UMI Connection bukan pekerjaan Rektor, bukan pekerjaan Wakil Rektor, dan bukan pekerjaan satu biro atau satu unit. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Hambali Thalib. ***




