POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (PWNU Sulsel) mengeluarkan seruan resmi terkait dinamika yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Seruan itu disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Prof. K.H. Hamzah Harun Al-Rasyid, sebagai respons atas perhatian warga Nahdliyyin di berbagai daerah terhadap situasi terkini di internal organisasi PBNU.

Prof. Hamzah Harun menegaskan bahwa kondisi tersebut harus disikapi dengan ketenangan batin, menjaga ukhuwah, dan menjunjung tinggi adab serta tradisi luhur para ulama dalam menyikapi dinamika internal PBNU.

Ia mengingatkan bahwa NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh, tawazun, tawassuth, dan i’tidal.

Baca Juga: Babinsa Sertu Agus Raih Penghargaan Bupati Maros pada Hari Guru Nasional

Dalam pernyataan resminya, PWNU Sulsel menyampaikan beberapa imbauan penting:

“Kami mengajak seluruh jam’iyyah dan jamaah NU untuk menjaga ketenteraman, memperkuat ukhuwah, dan menghindari ucapan maupun tindakan yang menimbulkan kegaduhan,” ujar Prof. Hamzah Harun dalam keterangan tertulis.

PWNU Sulsel juga berharap para kiai sepuh, masyayikh, dan jajaran Mustasyar berkenan memberikan arahan dan kebijaksanaan untuk mendorong ishlah demi kemaslahatan umat dan menjaga marwah NU.

Selain itu, warga Nahdliyyin diimbau untuk berpegang pada adab organisasi, menjauhi prasangka buruk, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas, serta mengedepankan niat baik sesuai tuntunan ulama salafus shalih.

Baca Juga: Mencari Ruhul Mudarris: Refleksi Hari Guru Nasional di Tengah Memudarnya Jiwa Pendidik

Prof. Hamzah Harun menambahkan pentingnya menjaga karakter keteduhan masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung nilai pangngadereng/pangngadakkang, selaras dengan tradisi pesantren yang menebarkan akhlak mulia, kejujuran, dan kepedulian.

PWNU Sulsel berharap seruan tersebut menjadi momentum meneguhkan kembali persatuan dan ketenangan di tengah dinamika organisasi.

"Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, membuka pintu kebaikan, dan menjaga kita semua dalam limpahan rahmat-Nya."

Berikut isi lengkap 4 poin imbauan PWNU Sulsel:

1. Mengajak seluruh jam’iyyah dan jamaah NU untuk tetap menjaga ketenteraman, memperkuat ukhuwah, serta menghindari sikap dan ucapan yang dapat menimbulkan kegaduhan dalam menyikapi dinamika internal PBNU.

2. Memohon dengan penuh hormat kepada para kiai sepuh, masyayikh, dan jajaran Mustasyar agar dengan kebijaksanaan dan keluasan ilmunya berkenan memberikan tuntunan menuju upaya ishlah demi kemaslahatan umat, keutuhan jamaah, dan terjaganya marwah Nahdlatul Ulama.

3. Mengimbau seluruh warga NU untuk berpegang pada adab dan akhlak organisasi, menjauhi prasangka buruk, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengedepankan niat baik sebagaimana tuntunan para ulama salafus shalih.

4. Menjaga keteduhan dan kesantunan sebagaimana karakter masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi nilai pangngadereng/pangngadakkang, selaras dengan prinsip kejujuran, keluhuran akhlak, dan kepedulian yang terus hidup dalam tradisi pesantren dan warga Nahdliyyin.

***