POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pengerjaan proyek jalan melalui skema Multi Years Project (MYP) di sejumlah daerah.

Proyek jalan MYP Sulawesi Selatan menyasar sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga penghubung aktivitas ekonomi antarwilayah.

Proyek MYP Sulawesi Selatan mulai terlihat melalui pengaspalan, pembangunan drainase, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga preservasi jalan.

Berdasarkan laporan progres terbaru, pekerjaan berlangsung pada Paket 3, Paket 4, dan Paket 5 yang tersebar di beberapa kabupaten.

Pada Paket 3, pekerjaan pengaspalan dilakukan di ruas Batas Kabupaten Enrekang-Anabanua-Dongi-Tanrutedong. Penanganan dilakukan melalui penghamparan lapis antara aspal beton atau Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan jalan.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Soroti Moderasi Beragama di RS UIN Alauddin, Titip Pesan Khusus untuk Nakes

Sementara pada Paket 4, Pemprov Sulsel memfokuskan pekerjaan di ruas Anabanua-Makale-Batas Sidrap dengan pembangunan talud bahu jalan guna memperkuat struktur jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi geografis wilayah.

Selain itu, preservasi jalan juga terus dilakukan di ruas Batas Kabupaten Soppeng-Ulugalung agar kondisi jalan tetap mantap dan aman digunakan masyarakat.

Sedangkan pada Paket 5, pekerjaan berlangsung di sejumlah ruas strategis di Kabupaten Bone.

Di ruas Ujung Lamuru-Palattae, pembangunan dinding penahan tanah dilakukan untuk melindungi badan jalan dari ancaman longsor dan pergeseran tanah.

Kemudian di ruas Palattae-Bojo, pembangunan saluran drainase terus dikebut guna mendukung sistem pembuangan air sekaligus memperpanjang umur konstruksi jalan.

Baca Juga: Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Segera Dibuka, LAMPTKes Visitasi FKep Unhas

Sementara di ruas Tanabatue-Sanrego-Palattae, pekerjaan pengaspalan melalui penghamparan lapis antara aspal beton juga tengah berlangsung.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan proyek jalan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan.

Menurutnya, sejumlah ruas yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena rusak kini mulai menunjukkan perubahan signifikan setelah dilakukan penanganan.

"Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," ujar Rosyadi.

Ia menjelaskan, manfaat pembangunan jalan tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi barang, hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, akses antarwilayah diharapkan menjadi lebih cepat, biaya distribusi dapat ditekan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ***