POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar kembali menorehkan sejarah dengan pengukuhan lima dosennya sebagai guru besar pada Senin (29/9/2025).

Lima guru besar Unismuh Makassar yang dikukuhkan tersebut berasal berbagai disiplin ilmu.

Di antaranya ada profesor termuda Unismuh Makassar yang dikukuhkan sebagai Guru besar Bidang Eksperimen Pembelajaran Fisika. Ia adalah Prof Hartono Bancong

Berikut Profil singkat 5 guru besar Unismuh Makassar

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Irwansyah Sukarana Pimpin KBPP Polri Resort Gowa. Langsung GAS!

Prof. Dr. Asriati, S.E., M.Si.

Perempuan kelahiran Makassar, 31 Desember 1963, ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan pangkat Pembina Utama Muda IV/C.

Asriati meniti pendidikan dasar di SD Negeri Kompleks Melayu Muhammadiyah dan lulus pada 1974. Ia melanjutkan ke Muallimat Aisyiyah Makassar (1978), SMP Negeri 2 Makassar (1979), lalu menamatkan pendidikan menengah di SMA Muhammadiyah 1 Makassar pada 1982.

Ketertarikannya pada ekonomi membawanya meraih S1 Ekonomi Pembangunan di Unismuh Makassar pada 1988. Pendidikan magister ditempuh di Universitas Hasanuddin pada Program Studi Agribisnis.

Terakhir, pada 2023 Asriati menyelesaikan doktor Ilmu Manajemen di Universitas Muslim Indonesia.

Baca Juga: Nama-nama Tendik dan Dosen Berprestasi Unhas 2025 Diumumkan pada Ramah Tamah Dies Natalis ke-69

Prof. Dr. Ir. Hj. Kasifah, M.P.

Guru Besar Kesuburan Tanah Pertanian dan Lingkungan ini lahir di Bulu, 15 Maret 1966.

Alumni S1 Ilmu Tanah Universitas Hasanuddin (1989) dan S3 Ilmu Pertanian Universitas Brawijaya Malang (2014) ini telah menelurkan 20 penelitian, 10 di antaranya dimuat di jurnal internasional.

Prof Kasifah meniti pendidikan dari sekolah dasar di SD Negeri 44 Kadin, Awangpone. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Watampone, lulus pada 1981, dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 156 Watampone pada 1984.

Prof. Dr. Drs. Rukli, M.Pd., M.Cs.

Ahli Penelitian dan Evaluasi Pendidikan ini lahir di Cacaleppeng, Soppeng, 2 Maret 1968. Rukli menekuni riset asesmen adaptif berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dirinya meniti pendidikan dasar di SD Negeri 85 Cacaleppeng (lulus 1980), kemudian SMP Muhammadiyah Lajjoa (1984) dan SMA Negeri 600 Cangadi (1987).

Prof Rukli memulai karier akademiknya dengan D3 Pendidikan Matematika IKIP Ujung Pandang, dilanjutkan S1 Pendidikan Matematika di kampus yang sama (1991).

Ia kemudian meraih S2 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan IKIP Yogyakarta (1998), menambah keahlian dengan S2 Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (2010).

Baca Juga: Andi Edy Manaf Resmi Dilantik Sebagai Ketua ISKI Sulsel 2025–2028, Wabup Bulukumba Usung Misi Besar

Prof Rukli meraih gelar doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (2012) dan kini berpangkat Pembina Utama IV/C.

Prof. Dr. Agustan S, M.Pd.

Prof Dr Agustan S, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Matematika Unismuh Makassar.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 22 Agustus 1983, ini menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Macanang, Kabupaten Bone, lulus 1996. Ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bungoro Pangkep, kemudian SMA Negeri Watampone, tamat pada 2002.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar/MI STAIN Watampone, lalu meraih S1 Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Bone pada 2007.

Ia menuntaskan S2 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya, dan menorehkan prestasi dengan meraih gelar doktor Pendidikan Matematika di kampus yang sama pada 2017.

Baca Juga: Pra Porprov Kempo Sulsel 2025 Resmi Bergulir, 250 Atlet Adu Ketangkasan di Maros

Prof. Hartono Bancong, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

Prof Hartono Bancong, S.Pd., M.Pd., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Eksperimen Pembelajaran Fisika pada usia 36 tahun, menjadikannya profesor termuda di Unismuh Makassar.

Hartono lahir di Tontonan, Kabupaten Enrekang, 27 Agustus 1988. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 14 Tontonan, kemudian melanjutkan ke MTs Negeri Baraka dan MA Negeri Baraka.

Kecintaannya pada dunia fisika membawanya meraih S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 2011. Ia kemudian menamatkan S2 Pendidikan Fisika UNM.

Prof Hartono menamatkan doktoralnya di Seoul National University, Korea Selatan, pada 2020 dengan fokus penelitian eksperimen pembelajaran fisika. ***