POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dr. Nurjannah Abna telah dilantik sebagai Dekan Fakultas Sastra Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) masa bakti 2026-2030.
Nurjannah Abna dilantik sebagai Dekan Fakultas Sastra Ilmu Komunikasi dan Pendidikan UMI di lantai 6 Menara UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (19/1/2026) sore.
Nurjannah Abna dilantik bersama dua dekan lainnya, masing-masing Prof. Hasnidar Yasin sebagai Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Lalu, Prof. Aktsar Roskiana Ahmad sebagai Dekan Fakultas Farmasi.
Nurjannah Abna merupakan alumni Sastra Arab UMI pada tahun 1993.
Ia kemudian mengabdi di almamaternya sebagai dosen Fakultas Sastra UMI sejak tahun 1996.
"Saya diangkat sebagai dosen Fakultas Sastra. Jadi saya memang homebase-nya di Fakultas Sastra sejak tahun 1996," kata Nurjannah Abna.
Menariknya, Nurjannah Abna sudah mengurusi terkait kehumasan di UMI sejak pertama kali menjadi dosen di kampus tersebut.
Hingga pada tahun 2010, Nurjannah Abna dilantik sebagai Kepala Humas Protokoler dan Kerja sama UMI hingga saat ini.
"Jadi sebelum Kepala Humas, saya sudah koordinator publikasi media," katanya.
Perempuan kelahiran Watampone, 7 Maret 1991 itu, menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kemudian, pendidikan S3 diselesaikan di UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Menurut Nurjannah Abna, dekan bukan hanya sebagai jabatan struktural. Tapi lebih kepada tanggung jawab dalam mengelola akademik, meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).
"SDM ini kan bicara tentang karyawan dan dosen, yang tentu outputnya adalah lulusan yang terbaik yang bisa adapti, berkualitas dan berdaya saing," katanya.
Karena itu, Nurjannah Abna menegaskan bahwa amanah tersebut harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Langkah awal yang akan dilakukanya adalah duduk bersama dengan civitas akademica, untuk mengurai benang merah masalah-masalah internal dan menyiapkan strategi menghadapi persoalan tersebut.
Ia menegaskan, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan merupakan ruh UMI. Sebab, komunikasi yang adaptif menjadi kunci di era perkembangan teknologi dan transformasi yang begitu pesat.
"Ke depan bagaimana insyaallah unggul, adaptif dan transformatif di era global. Artinya adaptif dalam menghadapi tantangan ke depan dengan lulusan yang berkualitas dan profesional dan siap berdaya saing," ungkapnya. ***




