POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof Qadir Gassing memasuki masa purnatugas sebagai dosen UIN Alauddin Makassar.
Prof Qadir Gassing purnatugas pada usia 70 tahun. Ia adalah guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.
Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar, mengakhiri kariernya sebagai Ketua Senat UIN Alauddin Makassar. Prof Qadir Gassing digantikan oleh Prof Mardan, guru besar Fakultas Adab dan Humaniora.
Baca Juga: BBMKG Makassar Keluarkan Peringatan Dini Peningkatan Cuaca 4-6 Desember di Sulawesi Selatan
Ia menitip dua pesan penting kepada civitas academica UIN Alauddin Makassar. Ikhlas bekerja dan menjaga kesehatan.
Dua pesan penting Prof Qadir Gassing disampaikan dalam rapat senat tertutup pemilihan ketua senat di Gedung Rektorat, Kampus II pada Selasa (3/12/2024).
"Ikhlas itu kunci keberkahan," ucap Prof Qadir dikutip rilis Humas UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Kenalkan Salmiah Jufri, Perempuan Asal Pinrang Lolos 3 Besar Lomba MC Tingkat Nasional
Mantan Dekan Fakultas Syariah itu mengutip Surah Al-Insan ayat 9. Ia menekankan, segala upaya harus dilandasi oleh niat tulus tanpa mengharap imbalan duniawi.
Dalam dunia tasawuf, Mantan Wakil Rektor I UIN Alauddin itu menjelaskan tiga tingkatan ikhlas.
Pertama, ikhlas karena berharap rezeki dari Tuhan (tingkat dasar).
Baca Juga: Zudan Arif Fakrulloh Nomor Wahid, Ini 5 Penjabat Gubernur Terbaik di Indonesia
Kedua, ikhlas karena mendambakan surga (tingkat menengah).
Ketiga Ikhlas karena seseorang berbuat tanpa mengharap apapun, menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.
"Ikhlas ketiga anda mengerjakan apa saja jangan berharap apa apa. Toh tuhan itu sudah tau biarkan tuhan yang atur. Kata orang tasawuf itu level iklas paling tinggi, wallahu a'lam bishawab," pesannya.
Prof Qadir mengenang pesan almarhum Gurutta Sanusi Baco allahu yarham saat dirinya menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum.
"Qadir, biar banyak uang, kalau kau sakit, apa gunanya? Bahkan kalau kau punya dua-tiga istri pun, kalau sakit, apa yang bisa kau lakukan?" katanya, disambut tawa para senator.
Baca Juga: BPBD Maros Siaga Musim Hujan, 5 Kecamatan Ini Jadi Prioritas Antisipasi Banjir
Ia menegaskan, uang yang berkah adalah hasil kerja ikhlas, dan kesehatan adalah investasi utama untuk menjalani kehidupan dengan optimal.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Prof Qadir.
"Beliau adalah sosok yang hangat, mengayomi, dan sangat responsif. Terima kasih atas kontribusi besar yang tidak ternilai, baik sebagai dosen maupun pemimpin. Kami mendoakan yang terbaik untuk beliau," ujar Prof Hamdan.
***




