POJOKSULSEL, GOWA - Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menyampaikan pesan penuh makna kepada 735 wisudawan dalam acara Wisuda Angkatan ke-111 di Auditorium Kampus II, Jalan HM Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (21/5/2025).
Dalam orasinya di acara wisuda UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis memperkenalkan konsep "Sarjana Semesta", yakni sosok sarjana yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga matang dalam memahami dimensi nonakademik kehidupan.
"Sarjana semesta adalah sarjana yang paham nadi kehidupan. Sarjana semesta adalah sarjana yang memahami hukum-hukum alam kehidupan, hukum semesat alam," ujar Prof Hamdan Juhannis di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: 189.800 Calon Murid Baru di Sulsel Ikut Tes Potensi Akademik
Menurutnya, sarjana semesta adalah pribadi yang percaya bahwa setiap ikhtiar dan kerja keras akan membuahkan hasil, bukan sekadar berpegang pada slogan “man jadda wajada,” tapi benar-benar mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.
Lebih jauh, Prof Hamdan Juhannis menegaskan bahwa jatuh adalah bagian dari hidup, namun sarjana semesta memahami bahwa jatuh bukan akhir dari segalanya.
"Sarjana semesta adalah sarjana yang paham bahwa dalam hidup itu ada yang disebut dengan jatuh, tapi karena memahami hukum semesta, kalau orang jatuh orang masih bisa bangkit berkali-kali," katanya.
Baca Juga: Jadi Pemimpin Pasar, ASUS Pamerkan Laptop AI 45 Plus TOPS Terlengkap
Ia juga mengingatkan agar lulusan UIN Alauddin tidak hanya menjadi nama dalam data alumni, tapi menjadi pribadi yang berdampak nyata di tengah masyarakat.
"Sarjana semesta adalah sarjana yang berdampak. Bukan sarjana yang kalau sudah diwisuda sudah hilang dari orbit, sudah hilang dari peredaran. Dia memberi dampak," tegasnya.
Selain itu, Prof Hamdan Juhannis menyampaikan filosofi hidup yang mendalam. Hidup, kata dia, bukan tentang menunggu badai reda, tapi tentang belajar menari di tengah badai.
Baca Juga: Program MBG Gaet Dukungan Warga Makassar, Targetkan Anak Sehat dan Cerdas
"Hidup ini bukan tentang siapa yang tercepat tapi hidup ini adalah siapa yang paling konsisten dan tidak menyerah saat lelah," pungkasnya.
Diketahui, wisudawan angkatan ke 111 berjumlah 735 orang. Mereka berasal dari delapan fakultas dan program pascasarjana.
Rinciannya, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) meluluskan 106 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 86 orang, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) 106 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 99 orang.
Lalu,Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) 86 orang, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 19 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 48 orang, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) 65 orang.
Sementara dari jenjang pascasarjana, Program Magister meluluskan 68 orang dan Program Doktor sebanyak 52 orang.
***




